Schaufeli & Buunk (2010:104) menyatakan bahwa burnout dapat dipengaruhi
oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:
a. Karakteristik demografi
Berdasarkan karakteristik demografis, terdapat beberapa hal yang dapat memicu
burnout pada pekerja. Burnout sering muncul pada karyawan muda yang berusia
di bawah 30 atau 40 tahun dan mempunyai sedikit pengalaman kerja.
b. Karakteristik pekerjaan
Karakteristik pekerjaan merupakan hal pertama yang menyangkut karakteristik
pekerjaan dan beban kerja. Beban kerja yang di maksut meliputi tugas dan target
pekerjaan yang harus di tanggung oleh karyawan.
c. Perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan
Ketidakpuasaan dalam pekerjaan, tingkat komitmen yang rendah terhadap
organisasi, dan keterlibatan kerja yang rendah, mampu memicu burnout pada
karyawan. Selain itu, harapan-harapan yang tidak realistis dan terlalu tinggi
secara postif juga berhubungan dengan burnout.
d. Dukungan sosial
Dukungan sosial mampu memberi kontribusi terhadap munculnya stres dan
tekanan dalam bekerja.
e. Karakterisitik Individu
Karakteristik individu yang memberikan sumbangan terhadap munculnya
burnout dalam bekerja adalah, kurangnya ketabahan dalam bekerja, perilaku tipe
A, external locus of control, tingkat kontrol diri yang rendah, gangguan
kecemasan, dan harga diri yang rendah. Gill dan Segal (2011:108) menyatakan
bahwa burnout dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:
a. Beban kerja, apabila seorang karyawan menanggung banyak pekerjaan dalam
waktu relative singkat, maka dapat membuat karyawan tertekan dan akan
menyebabkan burnout.
b. Kepemimpinan, proses mempengaruhi kegiatan kelompok yang diorganisir
menuju kepada penentuan dan pencapaian tujuan
c. Tingkat pendidikan, jenjang yang diperoleh seseorang mulai dari bangku sekolah
dasar sampai pada tingkat tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar