Pada sebuah perusahaan dikatakan tidak solvabel apabila total hutang
perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan total aset yang dimiliki perusahaan
tersebut. Dengan semakin tingginya rasio leverage maka menunjukkan semakin
besarnya dana yang disediakan oleh kreditur. Hal ini akan membuat investor
berhati-hati untuk berinvestasi di perusahaan yang rasio leveragenya tinggi karena
semakin tinggi rasio leveragenya semakin tinggi pula resiko investasinya (Suffah
dan Riduwan, 2016:7). Maka akan terjadi hubungan negatif antara leverage
dengan nilai perusahaan dimana tingginya leverage akan membuat investor
berhati-hati dalam menanamkan modal. Leverage berpengaruh negatif pada nilai
perusahaan
Penggunaan hutang dapat diartikan oleh investor sebagai kemampuan
perusahaan dalam melunasi kewajiban perusahaan dimasa depan sehingga hal
tersebut mendapat tanggapan positif oleh pasar. Perusahaan yang memutuskan
untuk menggunakan hutang dapat memotong biaya penghasilan pajak karena
biaya yang dikeluarkan perusahaan akan digunakan untuk pembayaran bunga
pinjaman. Pengurangan pajak dapat meningkatkan laba perusahaan sehingga dana
dapat dialokasikan untuk pembagian dividen ataupun reinvestasi. Perusahaan
yang mampu melakukan reinvestasi ataupun meningkatkan pembagian dividen
kepada investor akan mendapat respon positif sehingga meningkatkan penilaian
pasar yang berdampak pada penawaran harga saham di pasar modal semakin
meningkat, jadi penggunaan hutang dapat menjadi sinyal positif yang diberikan
perusahaan kepada investor untuk meningkatkan nilai perusahaan dimata investor.
Penelitian sebelumnya yang mendukung untuk membangun hipotesis pertama dari
penelitian ini yaitu (Suwardika dan Mustanda, 2017) memperoleh hasil leverage
berpengaruh signifikan dan memiliki arah yang positif terhadap nilai perusahaan.
Adapun hipotesis yang dapat dibangun berdasarkan uraian tersebut yaitu:
Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Hutang merupakan salah satu sumber pendanaan perusahaan. Keputusan
manajemen perusahaan dalam penggunaan hutang merupakan sinyal yang
diberikan terhadap investor untuk menilai prospek perusahaan. Perusahaan
dengan prospek yang baik akan memilih untuk menggunakan hutang sebagai
alternatif pendanaan dibandingkan dengan pendanaan dengan ekuitas luar.
Penggunaan pendanaan hutang dapat meningkatkan risiko kebangkrutan
perusahaan, namun demikian hal tersebut akan mendorong manajemen untuk
bekerja lebih efisien sehingga kebangkrutan tidak terjadi. Manajemen
menggunakan modal yang salah satunya berasal dari hutang untuk melakukan
pengembangan aktivitas usaha yang akan meningkatkan kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba. Peningkatan jumlah hutang merupakan sinyal positif
bagi investor. Kombih dan Suhardianto (2017) menunjukkan bahwa struktur
modal perusahaan (leverage) berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena
pengawasan dari kreditor lebih ketat untuk memastikan perusahaan
memaksimalkan kinerjanya. Solvabilitas berpengaruh positif terhadap Nilai
Perusahaan.
Senin, 27 Juni 2022
Solvabilitas Terhadap Nilai Perusahaan (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar