Menurut Syamsudin (1994), struktur aktiva adalah penentuan beberapa lokasi untuk masing-masing komponen aktiva, baik dalam aktiva lancar maupun dalam aktiva tetap.Kebanyakan teori struktur modal menyatakan bahwa jenis aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan mempengaruhi pemilihan struktur modal. Bahwa perusahaan yang mempunyai aktiva tetap jangka panjang lebih besar,maka perusahaan akan banyak menggunakan hutang hipotik jangka panjang, dengan harapan aktiva tersebut dapat digunakan untuk menutupi tagihannya. Sebaliknya, perusahaan yang sebagian besar aktiva yang dimilikinya berupa piutang da persediaan barang yang nilainya sangat tergantung pada kelanggengan tingkat profitabilitas masing-masing perusahaan tidak begitu tergantung pada pembiayaan hutang jangka panjang dan lebih tergantung pada pembiayaan jangka pendek (Weston dan Copeland, 1992)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar