Rabu, 29 Juni 2022

Voluntary Disclosure (skripsi, tesis, disertasi)

Pengungkapan menurut Wolk, dkk (2001, 302) dalam buku Suwardjono (2011, 578): “Broadly interpreted, disclosure is concered with information in both the financial statements and supplementary communications including footnotes, poststatement events, management’s discussion and analysis of operations for the fortcoming, year, financial and operating forecasts, and additional financial statements covering segmental disclosure and extentions beyond historical cost.” Wolk, dkk menjelaskan bahwa pengungkapan tidak hanya meliputi laporan keuangan saja, melainkan juga termasuk pernyataan manajemen, pernyataan keuangan segmental, dan pengungkapan lain yang menambah informasi mengenai kondisi perusahaan. Tujuan pengungkapan adalah untuk menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan   keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan. Pengungkapan dalam laporan keuangan dibagi menjadi dua bagian: 1. Mandatory disclosure atau pengungkapan wajib adalah pengungkapan minimum yang dipersayaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku. 2. Voluntary disclosure atau pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang dilakukan diluar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku. Suwardjono (2011, 581) mengidentifikasi tiga jenis tingkat pengungkapan, yaitu: 1. Tingkat memadai yaitu tingkat minimum yang harus dipenuhi yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku agar statemen keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan untuk pengambilan keputusan yang diarah. 2. Tingkat wajar yaitu tingkat yang harus dicapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau pelayanan informasial yang sama. 3. Tingkat penuh yaitu menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang berpaut dengan pengambilan keputusan. Penyajian tingkat penuh memiliki kesan penyajian informasi yang berlebih. Hal ini disebabkan rincian penyajian yang tidak terlalu penting justru akan meyembunyikan informasi yang penting. Jenis pengungkapan yang umum digunakan adalah pengungkapan tingkat memadai, karena pengungkapan yang cukup dianggap tidak menyesatkan dan tidak berlebihan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat.

Tidak ada komentar: