Pengungkapan menurut Wolk, dkk (2001, 302) dalam buku
Suwardjono (2011, 578):
“Broadly interpreted, disclosure is concered with information in both
the financial statements and supplementary communications including
footnotes, poststatement events, management’s discussion and analysis of
operations for the fortcoming, year, financial and operating forecasts, and
additional financial statements covering segmental disclosure and
extentions beyond historical cost.”
Wolk, dkk menjelaskan bahwa pengungkapan tidak hanya meliputi
laporan keuangan saja, melainkan juga termasuk pernyataan manajemen,
pernyataan keuangan segmental, dan pengungkapan lain yang menambah
informasi mengenai kondisi perusahaan. Tujuan pengungkapan adalah untuk
menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang berkepentingan.
Pengungkapan dalam laporan keuangan dibagi menjadi dua bagian:
1. Mandatory disclosure atau pengungkapan wajib adalah pengungkapan
minimum yang dipersayaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku.
2. Voluntary disclosure atau pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang
dilakukan diluar apa yang diwajibkan oleh standar akuntansi yang berlaku.
Suwardjono (2011, 581) mengidentifikasi tiga jenis tingkat
pengungkapan, yaitu:
1. Tingkat memadai yaitu tingkat minimum yang harus dipenuhi yang
dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku agar statemen keuangan secara
keseluruhan tidak menyesatkan untuk pengambilan keputusan yang diarah.
2. Tingkat wajar yaitu tingkat yang harus dicapai agar semua pihak mendapat
perlakuan atau pelayanan informasial yang sama.
3. Tingkat penuh yaitu menuntut penyajian secara penuh semua informasi yang
berpaut dengan pengambilan keputusan. Penyajian tingkat penuh memiliki
kesan penyajian informasi yang berlebih. Hal ini disebabkan rincian
penyajian yang tidak terlalu penting justru akan meyembunyikan informasi
yang penting.
Jenis pengungkapan yang umum digunakan adalah pengungkapan
tingkat memadai, karena pengungkapan yang cukup dianggap tidak menyesatkan
dan tidak berlebihan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan
yang tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar