Rasio likuiditas merupakan bentuk risiko yang dialami oleh suatu
perusahaan karena ketidakmampuannya dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya, sehingga ini memberi pengaruh kepada terganggunya aktivitas
perusahaan ke posisi tidak berjalan secara normal (Fahmi, 2017:96). Likuiditas
merupakan kondisi keuangan perusahaan sudah tidak bisa diperbaiki lagi, maka
likuiditas merupakan satu-satunya alternatif penyelesaian. Pihak yang bisa
mengajukan atau memintakan dilikuiditas atas kepailitan adalah debitur, seorang
atau lebih debitur, jaksa, keputusan pailit atau bangkrut ditetapkan oleh
pengadilan (pengadilan niaga). Penjualan asset perusahaan yang sudah bangkrut
biasanya dilakukan dengan cara lelang dan hasilnya dibagikan kepada para
kreditur setelah dikurangi dengan biaya-biaya kepailitan. Pembagian hasil
likuiditas pada kreditur setelah dikurangi dengan biaya-biaya kepailitan.
Pembagian hasil likuiditas kepada kreditur dilakukan berdasarkan persentase
tertentu secara pro-rata. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek.
Menurut (Sudana, 2015:288) Besar kecilnya rasio likuiditas dapat diukur
dengan cara sebagai berikut :
1. Current ratio = Current asset / Current liabilitas
Current ratio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang
lancar dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Semakin besar rasio ini
berarti semakin likuid perusahaan. Namun rasio ini mempunyai kelemahan karena
tidak semua komponen aktiva lancar memiliki tingkat likuiditas yang sama.
2. Quick ratio = (Current assets – Inventory) / Current liability
Rasio ini seperti current ratio tetapi persediaan tidak diperhitungkan karena
kurang likuid dibandingkan dengan kas, surat berharga, dan piutang. Oleh karena
itu, quick ratio memberikan ukuran yang lebih akurat dibandingkan dengan
current ratio tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendek perusahaan.
3. Cash ratio = (Cash + Marketable securities) / Current liabilities
Rasio ini mengukur kemampuan kas dan surat berharga yang dimiliki
perusahaan untuk menutup utang lancar. Rasio ini paling akurat dalam mengukur
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek karena hanya
memperhitungkan komponen aktiva lancar yang paling likuid. Semakin tinggi
rasio likuiditas semakin baik kondisi keuangan jangka pendek perusahaan, dan
sebaliknya.
Quick ratio sebagai alat ukur dalam menggambarkan likuiditas. Quick ratio
merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan
aktiva lancar untuk menutupi utang lancarnya. Suatu perusahaan dapat dikatakan
baik jika kemampuan membayarnya besar (Silitonga, 2017).
Senin, 27 Juni 2022
Likuiditas (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar