Teori struktur modal menejelaskan apakah ada pengaruh perubahan struktur modal terhadap nilai perusahaan (yang tercermin dari hargasaham perusahaan), kalau keputusan investasi dan kebijakan deviden dipegang konstan. Dengan kata lain, seandainya perusahaan mengganti sebagian modal sendiri dengan hutang (atau sebaliknya) apakah harga saham akan berubah, apabila perusahaan tidak merubahkeputusan-keputusan keuangan lainnya, berarti tidak ada struktur modal yang terbaik. Semua struktur modal adalah baik. Akan tetapi, kalau dengan merubah struktur modal ternyata nilai perusahaan berubah, maka akan diperoleh struktur modal yang terbaik. Struktur modal yang dapat memkasimumkan nilai perusahaan, atau harga saham adalah struktur modal yang terbaik.
Menurut Agnes (2004:43) struktur modal adalah bauran sumber pendanaan permanen (jangka panjang) yang digunakan perusahaan. Tujuan manajemen strukturmodal adalah menciptakan bauran sumber dana permanen sdemikian rupa agar mampu memaksimalkan harga saham dan agar tujuan menajemen keuangan untuk memaksimalkan harga saham dan agar tujuan manajemen keuangan untuk memaksimalkan nilai perusahaan tercapai.Struktur modal dapat didefiniskan sebagai komposisi dan proporsi hutang jangka panjang dan ekuitas (saham preferen dan saham biasa) yang ditetapkan perusahaan. Dengan demikian, struktur modal adalah struktur keuangan dikurangi oleh hutang jangka pendek. Hutang jangka pendek tidak diperhitungkan dalam struktur modal karena hutang ini umumnya bersifat spontan (berubah sesuai dengan perubahan tingkat penjualan). Sementara itu, hutang jangka panjang bersifat tetap selama jangka waktu yang relatif panjang (lebih dari satu tahun) sehingga keberadaannya perlu lebih dipikirkan oleh para manajer keuangan. Itulah alasan utama mengapa struktur modal hanya terdiri dari hutang jangka panjang dan ekuitas. Dan karena alasan itu pulalah, biaya modal hanya mempertimbangkansumber dana jangka panjang saja (tidak memasukkan hutang jangka pendek) (Handono, 2008:258).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar