Rasio leverage merupakan rasio solvabilitas jangka panjang dimaksudkan
untuk menangani kemampuan jangka panjang perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya, atau yang lebih umum kewajiban keuangannya (Stephen, 2015:66).
Leverage yang besar (high debt/equity ratio) mempunyai rata-rata return lebih
besar dari pada perusahaan dengan leverage yang lebih kecil. Tingginya leverage
akan meningkatkan resiko perusahaan, tetapi peningkatan resiko sebagai refleksi
dari koefisien beta yang lebih besar (Suripto, 2015:33). Rasio leverage adalah
mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan utang. Penggunaan utang
yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahaan karena perusahaan akan
masuk dalam kategori extreme leverage (utang ekstrem) yaitu perusahaan terjebak
dalam tingkat utang yang tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut.
Oleh karena itu perusahaan harus menyeimbangkan beberapa utangnya dengan
memilih utang yang layak diambil dan dari mana sumber sumber yang dapat
dipakai untuk membayar utang (Fahmi, 2017:62). Leverage timbul karena
perusahaan dalam operasinya menggunakan aktiva dan sumber dana yang
menimbulkan beban tetap bagi perusahaan. Penggunaan aktiva yang menimbulkan
beban tetap disebut dengan operating leverage, sedangkan penggunaan dana
dengan beban tetap disebut financial leverage. Rasio leverage mengukur berapa
besar penggunaan utang dalam pembelanjaan perusahaan. Menurut (Sudana,
2015:23) besar kecilnya leverage dapat diukur dengan cara :
1. Debt to Total Assets Ratio = Total Debt / Total Asset
Debt ratio ini mengukur proporsi dana yang bersumber dari utang untuk
membiayai aktiva perusahaan. semakin besar rasio ini menunjukan porsi
penggunaan utang dalam membiayai investasi pada aktiva semakin besar, yang
berarti pula risiko keuangan perusahaan meningkat dan sebaliknya.
2. Debt to Equity Ratio = Total Debt / Total Equity
Debt to equity ratio adalah rasio yang membandingkan antar hutang
terhadap ekuitas. semakin besar rasio ini menunjukan porsi penggunaan utang
dalam membiayai ekuitas semakin besar, maka risiko keuangan perusahaan
meningkat dan sebaliknya. Semakin rendah debt equity maka semakin baik karena
aman bagi kreditor saat likuidasi.
3. Times interest ratio = EBIT / Interest
Times interest ratio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar
beban tetap berupa bunga dengan menggunakan EBIT (Earning Before Interest
and Texes). Semakin besar rasio ini berarti kemampuan perusahan untuk
membayar bunga semakin baik. Dan peluang untuk mendapatkan tambahan
pinjaman juga semakin tinggi.
4. Cash coverage ratio = (EBIT + Depreciation) / Interest
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dengan menggunakan EBIT
ditambah dana dari depresiasi untuk membayar bunga. Semakin besar rasio ini
menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga. Semakin besar rasio
ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga semakin tinggi,
dengan demikian peluang untuk mendapatlan pinjaman baru juga semakin besar.
5. Long-term debt to equity ratio = Long-term debt / Equity
Rasio ini mengukur besar kecilnya penggunaan utang jangka panjang
dibandingkan dengan modal sendiri perusahaan. Semakin tinggi rasio ini
mencerminkan risiko keuangan perusahaan semakin besar, dan sebaiknya.
Senin, 27 Juni 2022
Leverage (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar