Selasa, 28 Juni 2022

Balancing Theories (skripsi, tesis, dan disertasi)

Balancing Theroies merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana tambahan dengan cara mencari pinjaman baik keperbankan atau juga dengan menerbitkan obligasi (bonds). Obligasi adalah sebuah surat berharga (comercial paper) yang mencantumkan nilai nominal, tingkat suku bunga, dan jangka waktu dimana itu dikeluarkan baik oleh perusahaan ataupun government untuk kemudian dijual kepada publik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa menjual obligasi artinya berutang pada publik atau perusahaan melakukan penambahan long term liabilities-nya. Maka penerapan balancing theories jugamemungkinkan diterapkan oleh suatu pemerintah adalah dengan cara melakukan pinjaman kepihak asing seperti pemerintah negara asing atau juga pada lembaga donatur internasional seperti world bank, international monetary fund, Asian Development Bank, dan lembaga lainnya.Ada beberapa bentuk risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan pada saat kebijakan balancing theories diterapkan, yaitu :a.Jika perusahaan meminjam dana ke perbankan, maka dibutuhkan jaminan atau agunan seperti tanah, gedung, kendaraan, dan sejenisnya. Dan jika angsuran kredit tersebut terlambat dibayar perbankan akan memberikan teguran dalam bentuk lisan dan tulisan. Persoalannya adalah seandainya perusahaan tidak mampu lagi membayar angsuran diatas batas waktu yang ditentukan/ditolerir makaagunan tersebut diambil dan dilelang oleh perbankan untuk menutupi kerugian sejumlah nilai pinjaman. Artinya perusahaan telah kehilangan aset yang di agunan kan tersebut.b.Jika kebutuhan dana dengan cara menjual obligasi, bentuk risiko yang dihadapi adalah jika seandainya tidak sanggup membayar bunga obligasi secara tepat waktu atau bergeser dari waktu yang disepakati maka perusahaan harus melakukan berbagai kebijakan untuk mengatasi ini, termasuk mengkonversi dari pemegang obligasi kepemegang saham.c.Risiko selanjutnya terhadap masalah yang dialami oleh perusahaan tersebut adalah telah menyebabkan nilai perusahaan dimata publik terjadi
penurunan, karena publik menilai kinerja keuangan perusahaan tidak baik khususnya dalam kemampuan manajemen struktur modal (capital structure management)

Tidak ada komentar: