Selasa, 28 Juni 2022

Teori Struktur Modal (skripsi, tesis, dan disertasi)

a.Trade-off TheoryTrade-off theorydalam struktur modaladalah menyeimbangkan manfaat dan pengorbananyang timbul sebagai akibatpenggunaan hutang(Putri, 2012).Menurut Nurrohim (2008) teori trade-offmerupakan suatu model struktur modal yang memiliki asumsi bahwa struktur modal perusahaan merupakan perimbangan antara keuntungan penggunaan hutang dengan biaya kesulitan keuangan (financial distress)dan biaya keagenan (agency cost). Dalam teori ini perusahaan
yang tidak memiliki utang sama sekali dan perusahaan yang menggunakan utang untuk membiayai seluruh investasinya adalah buruk. Keputusan yang tepat dalam teori ini adalah perusahaan harus memberikan keputusan yang moderat dengan mempertimbangkan kedua instrumen pembiayaan. Hanafi (2004), menyatakan terdapathal-hal yang membuat perusahaan tidak dapatmenggunakan utang sebanyak-banyaknya. Salah satu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya utang akan semakin tinggi pula kemungkinan probabilitaskebangkrutan perusahaan. misalnya, dengan semakin tingginya utang, semakin besar pula bunga yang harus dibayar dan kemungkinan tidak membayar bunga yang tinggi akan semakin besar. Dan pada akhirnya pemberi pinjaman dapat membangkrutkan perusahan jika perusahaan tidak dapat membayar utang tersebut.Trade-off theorymenyatakan bahwa perusahaan yang pendanaannya menggunakan sumber dana eksternalnya seperti utang dapat melakukan penghematan pajak. Penggunaan hutang oleh perusahaan ini hanya bisa dilakukan pada batas titik tertentu, apabila pengguanaannya melampaui batas tersebut justru akan dapat menurunkan nilai dari perusahaan. Sebenarnya tujuan dari trade-off theoryadalah untuk menyeimbangkan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat dari penggunaan utang. Menurut Riyanto (1995) dalam Nurrohim (2008), struktur modal yang optimum adalah struktur modal yang dapat meminimalkan biaya penggunaan modal rata-rata (average cost of capital). Oleh sebab itu pihak manajemen dalam
menetapkan struktur modal seharusnya tidak hanya melihat dengan satu patokan tetapi disesuaikan dengan keadaan perusahaan pada masa itu. Biasanya para eksekutif keuangan dalam menetapkan struktur modal yang optimum menentukan berapa persen penggunaan utang pada rentan tertentu. Ada berapa persen batas minimal dan batas maksimal dalam penggunaan utang tersebut dalam struktur modal.b.Agency TheoryMenurut Horne (1995) dalam Nurrohim (2008), menyatakan agency theorymerupakan sebuah teori yang menjabarkan adanya pertentangan posisi antara pihak manajemen (sebagai agen) dengan pihak pemegang saham (sebagai pemilik). Para pemegang saham mempunyai keinginan supaya agen akan bertindak atas kepentingan pemegang saham sehingga perusahaan dapat meningkat nilainya, sekaligus akan memberikan keuntungan kepada pemegang saham. Sedangkan menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam Prabansari dan Kusuma (2005), teori keagenan menggambarkan pihak manajemen perusahaan merupakan agen dari pemegang saham.Pihak pemegang saham bertindak sebagai pemilik perusahaan. Para pemegang saham berharappihakagen akan bertindak atas kepentingan pemegang saham selaku pemilik perusahaansehingga mendelegasikan wewenangnyakepada agen. Agar dapat menjalankan fungsi manajemen dengan baik, pihak manajemen harus diberikan pengawasan yang memadai secara berkelanjutan. Pengawasan tersebut bisa dilakukan dengan cara-cara seperti pemeriksaan laporan keuangan, pengikatan agen atau
pembatasan terhadap keputusan yang diambil oleh pihak manajemen. Kegiatan pengawasan tersebut akan memerlukan biaya yang biasanya disebut biaya agensi. Biaya agensi (agency cost) merupakan biaya yang muncul karena adanya pengawasan kepada pihak manajemen perusahaanuntuk dapat meyakinkan pihak pemegang saham bahwa pihak manajemen bertindak konsisten sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.Pada dasarnya agency theorymembahas menganai adanya hubungan keagenan antara prinsipal atau pemegang saham dan agen atau pihak manajemen perusahaan. hubungan keagenan ini diartikan sebagai adanya sebuah kontrak dimana prinsipal menyewa agen untuk melakukan beberapa tugas untuk kepentingan prinsipal yaitu dengan memberikan wewenang kepada agen untuk menjalankan sebuah perusahaan. Tujuan utama dari agency theoryyaitu untuk menjelaskan bagaimana pihak-pihak yang melakukan hubungan kontrak dapat mendesainkontrak yang tujuannya untuk meminimalkan costsebagai dampak dari adanya kondisi yang tidak pasti dan pihak yang memperoleh informasi lebih banyak dibandingkan pihak lain.c.Pecking Order TheoryPecking order theorymengasumsikan bahwa perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan kesejahteraan dari pemegang saham. Menurut Hanafi (2004), pecking order theorymemiliki urutan pendanaan dari pendanaan internal terlebih dahulu dan apabila dana internal tersebut tidak mencukupi, maka perusahaan baru akan
menggunakan dana eksternal. Dana internal diperoleh perusahan dari laba yang dihasilkan dari operasional perusahaan. sedangkan dan eksternal perusahaan dapat diperoleh dari utang, saham dan obligasi. Urut-urutan dalam pendanaan eksternal perusahaan pada awalnya akan memilih pendanaan yang dianggapnya aman terlebih dahulu seperti utang. Karena utang tidak membutuhkan biaya iklan. Kemudian pilihan kedua perusahaan akan mengeluarkan obligasi, dan pilihan yang terakhir dalam pendanaan eksternal, perusahaan akan menerbitkan saham. Menurut Brealey dan Myer (1995) dalam Nuswandari (2013), dalam pecking order theorymengungkapkan bahwa perusahaan yang memiliki keuntungan yang tinggi, dalam struktur modalnya cenderung mempunyai tingkat utang yang rendah. Hal tersebut dapat terjadi bukan disebabkan oleh target perusahaan untuk memiliki tingkat utang yang rendah, melainkan karena perusahaan tersebut memang tidak membutuhkan dana dari pihak eksternal. Dana internal yang berupa laba ditahan sudah cukup untuk membiayai investasi perusahaan tersebu

Tidak ada komentar: