Aset adalah sejumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang mempunyai nilai nominal atau dapat dinilai dengan uang. Menurut Endang (2007). Aset sendir dapat dikelompokan berdasarkan tingkatan liquiditasnya:
a.Aset lancar ( Current Assets) : Kekayaan perusahaan berupa uang tunai serta kekayaan lain yang dapat dicairkan dan habis pakai dalam waktu setahun.b.Investasi ( Investmen) : Penanaman modal jangka panjang dalam perusahaan lain, misal : saham dan obligasi.c.Aset tetap dan berwujud ( Tangible Fixed Assets) : Kekayaa yang secara ekonomis dapat digunakan lebih dari kurun waktu satu tahun.d.Aset tetap tidak berwujud ( Intangible fixed assets) : Kekayaan perusahaan yang secara fisik ada dalam perusahaan tapi memiliki nilai tertentu. Misal : Good Will, Patent, Formula.Setiap perusahaan atau divisi yang terdapat dalam perusahaan tersebut, memiliki aset yang digunakan untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. asset atauharta ini merupakan bagian yang penting bagi perusahaan. Karena dengan asetini perusahaan bisa melaksanakan berbagai macam kebijakan yang berkaitan dengan profit oriented ataupun social oriented dari perusahaan tersebut.Pengertian aset tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran-pengeluaran yang belum dialokasikan atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aset yang tidak berwujud lainnya misalnya goodwill, hak patent, hak menerbitkan dan sebagainya.Aset dalam perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi asetlancar dan asettidak lancar. 1.Aset lancar: aset lancar biasanya diurutkan berdasarkan tingkat kecairannya dan umumnya tersusun sebagai berikut :
a.Kas, yaitu jumlah uang yang tersedia baik dalam kas perusahaan maupun uang yang disimpan di dalam bank.b.Marketable Securities2(Surat Berharga), yaitu pemilikan surat-surat berharga yang bersifat sementara, sehingga setiap saat dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan kas perusahanc.Notes Receivable(Wesel Tagih), adalah janji dari seseorang berupa pernyataan kesanggupan untuk membayar pada waktu tertentu secara tertulis. Notes Receivableini bisa dipindahkan atau diperjualbelikanmaupun dialihkan kepada bank untuk menambah kas.d.Account Receivable(Piutang Dagang)1, adalah suatu tagihan terhadap perusahaan atau orang-orang tertentu yang timbul akibat penjualan-penjualan barang dagangan dengan kredit atau tagihan yang disebabkan perusahaan telah memberikan jasa tertentu.e.Merchandise Inventory(Persediaan Barang), terdiri dari beberapa jenisbarang yang dibeli perushaaan untuk dijual kembali . Jadi pembelianperalatan atau perlengkapan yang diperuntukan kepentinganperusahaan dan bukan untuk dijual kembali, tidaklah boleh dimasukkan dalam perkiraan persediaan barang dagangan.f.Prepaid Expense(Biaya dibayar dimuka)adalah jumlah biaya yangdibayar dahulu dengan syarat melebihi jangka waktu pembukuan , digolongkan sebagai harta.g.Office Supplies(Perlengkapan Kantor)adalah barang-barang keperluankantor.2.Aset Tidak lancer: Selain Aset lancar seperti yang telah disebutkan diatascontoh dari aktiva tidak lancar adalah :
a.Investasi Jangka Panjang, contohnya adalah saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman pada kepada perusahaan lain.b.Aset tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya nampak (konkrit) seperti tanah dan bangunan, mesin, inventaris, kendaraan dan perlengkapan atau alat-alat lainnya.c.Aset Tetap Tidak Berwujud adalah kekayaan perusahaan yang secara fisik tidak nampak , tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan(Timbul : 2012). Contohnya adalah hak cipta, merk dagang, lisensi, goodwill dan lain-lain.d.Beban Yang Ditangguhkan , adalah menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang (lebih dari satu tahun), atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada periode-periode berikutnya. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah biaya pemasaran, diskonto obligasi, biaya penelitian dan sebagainya.e.Aset Lain-Lain, adalah menunjukkan kekayaan atau aktiva perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikasi-klasifikasi sebelumnya, misalnya gedung dalam proses, tanah dalam penyelesaian, piutang jangka panjang dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar