Senin, 27 Juni 2022

Agency Theory (Teori Keagenan) (skripsi, tesis, disertasi)


Masalah Keagenan tidak akan muncul karena pemiliki perusahaan adalah
juga sebagai manajer perusahaan. Dengan demikian tidak mungkin terjadi
perbedaan antara pemilik dan manajer. Pada perusahaan yang berbentuk
perseroan, biasanya telah dilakukan pemisahan antara pemilik perusahaan dengan
manajer perusahaan. Pemilik atau pemegang saham adalah yang menyertakan
modal ke dalam perusahaan, sedangkan manajer adalah pihak yang ditunjuk
pemilik dan diberi wewenang mengambil keputusan dalam mengelola perusahaan.
Karena adanya pemisahan di antara pihak pemilik dan pihak pengelola
(manajemen), tidak bisa dihindari adanya kemungkinan perbedaan kepentingan
antara pemilik dengan pihak manajemen. Secara umum biaya keagenan diartikan
sebagai biaya yang timbul karena adanya konflik kepentingan antara pemilik
perusahaan dan manajemen. Biaya keagenan dapat bersifat tidak langsung seperti
hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan dan biaya yang bersifat langsung.
Biaya yang bersifat langsung dapat berupa pengeluaran perusahaan yang
bermanfaat bagi manajemen tetapi merupakan biaya bagi pemegang saham. Selain
itu berupa pengeluaran biaya terkait dengan kebutuhan untuk pengawasan atau
monitoring terhadap pihak manajemen. Agar pihak manajemen bertindak sejalan
dengan kepentingan pemilik perusahaan, Jesen dan Mackling berpendapat bahwa
pemilik dapat menjamin pihak manajemen akan membuat keputusan yang optimal 
hanya jika diberikan insentif yang cukup memadai dan manajemen merupakan
pihak yang minoritas (Sudana, 2015).

Tidak ada komentar: