Cirpan dan Sen (2009:110) menjelaskan bahwa tahapan-tahapan dalam
proses aplikasi manajemen talenta diungkapkan oleh sebagai berikut :
a. Mendefinisikan target dan strategi
Sasaran diperlukan untuk menentukan strategi dan merupakan sumber utama
aplikasi manajemen talenta. Setiap sistem yang dirancang yang tidak
menjawab pertanyaan di mana kita ingin menjadi dan bagaimana cara untuk
diikuti, akan menyebabkan upaya terbuang sia-sia. Oleh karena itu, dalam
perancangan aplikasi talent management terlebih dahulu semua target dan
strategi harus ditinjau dan diklarifikasi. (Cirpan dan Sen,2009:110)
b. Mendefinisikan posisi kunci Posisi manajerial dan teknis harus mendefinisikan untuk mewujudkan strategi
yang ditetapkan. Saat menentukan posisi ini, ukurannya adalah setiap
kegagalan yang mungkin dialami dalam posisi ini seharusnya berdampak pada
pencapaian target yang diinginkan. Jika tidak, akan dibutuhkan untuk fokus
pada bakat untuk semua posisi yang menyebabkan biaya yang sangat mahal
(Cirpan dan Sen,2009:110)
c. Mendefinisikan profile talent
Pada tahap ini, kualifikasi karyawan yang ideal harus didefinisikan. Kualifikasi
yang diinginkan untuk karyawan ideal harus didefinisikan secara rinci seperti
pengetahuan, pengalaman, minat dan pendidikan, bidang pengalaman. (Cirpan
dan Sen,2009:110)
d. Mendefinisikan potensi
Melakukan studi yang tepat pada fase ini adalah inti dari manajemen talenta.
Pada tahap ini, seorang manajer harus menentukan kekuatan masing-masing
karyawan dan menyadari area mana yang memerlukan perbaikan. Setelah
menentukan kemampuan karyawan, manajer diminta untuk mendelegasikan
tanggung jawab yang berkaitan dengan area yang tepat dan untuk mengerti
kemampuan mereka dengan pekerjaan yang tepat. (Cirpan dan Sen,2009:110)
e. Analisis gap talent
Pada tahap ini, dianalisis sampai sejauh mana kualifikasi potensi karyawan
berbakat yang sudah ditetapkan sebagai kandidat untuk posisi kunci dan
sampai sejauh mana kesenjangannya. Analisis ini menunjukkan proses
pertumbuhan yang dibutuhkan untuk calon karyawan yang potensial dan keterampilan seperti apa yang diperlukan untuk mereka. (Cirpan dan
Sen,2009:110)
f. Persiapan dan Penerapan Rencana Pertumbuhan
Semua alat pertumbuhan seperti pelatihan, pembinaan, bimbingan, rotasi, dan
lain-lain harus dipertimbangkan untuk rencana persiapan masa depan kandidat.
Kegiatan pertumbuhan mungkin berbeda untuk setiap cara yang perlu
dikembangkan. Kesalahan yang paling penting di sini adalah ketidaktahuan
akan perkembangan pribadi dari proses pengembangan bakat talenta individu
yang berbeda-beda disetiap harinya (Cirpan dan Sen,2009:110)
g. Evaluasi Kinerja Calon Kandidat
Pada tahap ini, akan ditinjau sampai sejauh mana kesenjangan antara profil
ideal dengan investasi yang telah dilakukan pada orang yang berada dalam
lingkup rencana pengembangan. Dengan kata lain, kinerja calon dianalisis
pada fase ini. Evaluasi yang dilakukan akan mempengaruhi keputusan
mengenai promosi kandidat, apakah dia akan tinggal atau akan dikeluarkan
dari talent pool. (Cirpan dan Sen,2009:110)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar