Dalam kamus bahasa Indonesia, talent adalah kecerdasan bawan sejak lahir.
Sedangkan talent dalam konteks karyawan berbakat didefinisikan sebagai kemampuan
seseorang yang meliputi kelebihan fundamental, keterampilan, pengetahuan, pengalaman,
kecerdasan, pengambilan keputusan, sikap, karakter, dorongan, serta kemampuan untuk
belajar dan berkembang. (Michael, et al. 2001)
Frank, et.al. (2004) melihat talent sebagai: “Suatu indikator dari kapasitas untuk
belajar dan juga kecepatan di mana seseorang dapat beradaptasi terhadap tantangan baru.”
Sedangkan menurut Cheese (2008), talent berarti: “Sejumlah pengalaman, pengetahuan,
keahlian, dan tingkah laku yang dimiliki dan dibawa oleh seseorang ke tempatnya bekerja.”
Hal ini berarti bahwa talent merupakan sesuatu yang dimiliki oleh karyawan yang mampu
meningkatkan kinerjanya sehingga dapat menjadi pendorong dibalik kontribusi mereka
terhadap keberhasilan organisasi.
Istilah talent ini juga dapat berarti orang yang memiliki kemampuan dan kinerja
superior sehingga layak untuk menempati posisi tertentu di organisasi. Seperti yang
disebutkan oleh Goffee & Jones (2007):
“Seseorang (karyawan) yang memiliki ide-ide, pengetahuan, dan keahlian yang
luas, sehingga dapat memberikan mereka potensi untuk berkembang dalam kondisi
yang tidak menguntungkan.”
Tingkat talent yang tinggi akan mengarah pada tingkat fleksibilitas organisasional,
produktivitas, dan profit yang tinggi pula. Scullion & Collings (2010) mengemukakan hasil
penelitian yang dilakukan oleh McKinsey & Company mengenai survei kepada lebih dari
120 perusahaan dengan 12.000 orang eksekutif dan 27 perusahaan terkemuka. Survei
tersebut menunjukkan bahwa mengelola talent secara baik akan mengarahkan pada kinerja
perusahaan yang baik pula. Michaels, et. al. (2001) melihat rata-rata perusahaan yang
melakukan pekerjaan dengan baik dalam menarik, mengembangkan dan memelihara
manajer yang sangat bertalenta memperoleh return saham poin 14 persen lebih tinggi.
Hasil penelitian tersebut mengindikasikan pentingnya talent ini sebagai kontribusi bagi
keberhasilan organisasi.
Talent yang dimiliki seorang karyawan dapat melibatkan semua jenis elemen, mulai dari
kualifikasi pendidikan dan keterampilan, pengalaman sebelumnya, kekuatan diketahui dan
pelatihan tambahan yang telah dilakukan, sampai kepada kemampuan, potensi dan motif,
kualitas dan kepribadian mereka. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban setiap perusahaan
untuk menganalisa dan mengembangkan talent yang dimiliki oleh setiap karyawannya. Talent
adalah unsur terbesar yang membentuk kekuatan SDM, unsur lainnya adalah pengetahuan
(knowledge) dan keterampilan (skill) yang dapat diperoleh melalui proses pengembangan
SDM.
Berdasarkan pengertian Talent Manajement menurut beberapa ahli, maka variabel
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah variabel kemampuan untuk belajar dan
berkembang, keterampilan, karakter pribadi, tingkah laku, pengalaman, kecerdasan dan
pengambilan keputusan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar