Jumat, 22 Mei 2020

Definisi Manajemen Talenta (skripsi dan tesis)

Schuler et al (2011:507) menjelaskan manajemen talenta pada dasarnya diciptakan sebagai perencanaan stratejik organisasi untuk menjawab tantangan global. Secara stratejik,manajemen talenta ditujukan untuk mampu menemukan kesempatan-kesempatan yang dapat menghasilkan kinerja organisasi secara maksimal. Dengan penggunaan manajemen talenta perusahaan akan mampu memastikan ketersedian talenta-talenta yang unggul yang memiliki kualitas yang tinggi dengan jumlah yang tepat dan pada posisi yang tepat pula. proses manajemen talenta yang diwujudkan dalam bentuk performa organisasi pada parameter-parameter yang sifatnya strategis. Parameter tersebut terlihat meliputi tercapainya keseimbangan posisi dan jumlah para talenta yang ada di organisasi baik dari sisi kompetensi maupun dilihat dari sisi pembiayaan penempatan dan karir. Hasilnya adalah terwujudnya talenta yang memiliki keunggulan kompetitif,budaya organisasi yang kuat serta brand dan image organisasi yang positif. a. Kekuatan dan pembentuk tantangan global dalam manajemen talenta - Globalisasi. Perbedaan perdagangan/upah,persaingan,pelanggan. Globalisasi adalah sebuah konsep yang digunakan oleh sebagian orang yang mengacu pada banyak fenomena yang berbeda. Keterkaitan globalisasi diantaranya adalah dengan ekspansi di perdagangan dunia,persaingan yang semakin ketat diantara perusahaan,potensi untuk menjangkau pasar yang lebih banyak di dunia. (Schuler et al 2011:508). - Demografi. Perusahaan multinasional membutuhkan variasi dalam karakteristik demografi berdasarkan pada usia dan wilayah dengan tujuan untuk menemukan dan merelokasi operasi mereka secara internasional. (Schuler et al 2011:508). - Permintaan pekerja dengan kompetensi dan motivasi. Kebutuhan akan karyawan yang memiliki kompetensi dan motivasi masih sangat tinggi. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi adalah karyawan yang dapat 18 berdedikasi tinggi untuk bekerja secara fokus sehingga akan menjadi lebih produktif. Karyawan dengan motiivasi tinggi akan lebih banyak memberikan manfaat kepada perusahaan. Mc Kinsey dalam penelitian di tahun 2009 menyebutkan bahwa hanya 29% karyawan termotivasi. (Schuler et.al 2011:508) b. Kebijakan dan praktik manajemen talenta untuk mengatasi tantangan global.Langkah pertama untuk dapat terus mempertahankan keunggulan dan kompetitif global adalah dengan mencocokan secara akurat strategi dan situasi manajemen talenta di perusahaan dengan kebijakan dan praktikpraktik sumber daya manusia.Langkah dan praktik yang diambil yaitu dengan : a. Perencanaan lokasi karyawan dan manajemen relokasi karyawan. b. Perencanaan sumber daya manusia, yakni :staffing,attraction selection,retention,reduction. c. Pelatihan dan pengembangan karyawan. d. Penilaian kinerja karyawan serta dan kompensasi (Schuler et al 2011:508) c. Hasil Bahwa untuk mengatasi masalah dan menjawab tantangan global mengenai manajemen talenta untuk dapat meningkatkan keberhasilan perusahaan untuk memiliki individu-individu yang tepat di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat dengan kompetensi dan motivasi yang dibutuhkan dengan disemua posisi dari perusahaan. Dalam jangka pendek adanya global talent 19 management dapat memberikan perusahaan keunggulan sementara dibandingkan dengan pesaing. Dan dalam jangka panjang perusahaan akan memiliki keunggulan keberlanjutan tentang pengelolaan manajemen talenta. Namun keunggulan ini tidak pernah terus terjamin mengingat tantangan global yang cenderung berubah. Meskipun demikian perusahaan telah melangkah lebih dulu dan memiliki pengalaman serta memulai untuk mengembangkan kompetensi untuk kesuksesan secara global,hal ini menjadikan mereka secara tidak langsung memposisikan perusahaan untuk beradaptasi di masa depan. (Schuler et al 2011:514) Hasil tersebut merupakan konsekuensi atas diterapkanya manajemen talenta yang sifatnya stratejik yang diimplementasikan pada tingkat korporat,yang kemudian diterjemahkan kedalam proses pengadaan,pengembangan,penilaian kinerja yang mampu membangun sebuah komitmen dan kinerja yang tinggi. Menurut Sahai dan Srivastava (2012:242) menjelaskan manajemen talenta dapat dimaksudkan sebagai upaya untuk memastikan: (1) kemampuan seseorang untuk memahami dan menyelesaikan fungsi tugas kerjanya, (2) terbangunya individu dan organisasi untuk menyesuiakan dan mampu dengan perubahan, (3) muncul dan berkembang untuk belajar dalam organisasi, (4) mampu memahami dan menerima lingkungan luar organisasi. Menurut Gumus et.al (2013:797) menjelaskan hubungan antara manajemen bakat dan aplikasi SDM dapat didiskusikan melalui proses berikut: 20 a. Hiring,Selection and Placement: proses perekrutan harus dimulai setelah menentukan kompetensi organisasi dan semua keterampilan yang diperlukan untuk posisi perekrutan. Para kandidat tidak boleh dievaluasi berdasarkan hanya penampilan superior mereka, juga perlu mempertimbangkan apakah mereka dapat mematuhi budaya organisasi dan tim yang akan mereka kerjakan.. Untuk menemukan karyawan berbakat, mungkin diperlukan dengan mencari sumber daya karyawan yang berdasarkan riwayat demografi, pendidikan dan pengalaman yang berbedabeda (Gumus et al.2013:797) 
b. Remunerasi: Setiap karyawan yang berbeda memerlukan kompensasi sesuai dengan keberhasilan dan kontribusinya terhadap organisasi. Oleh karena itu, departemen sumber daya manusia harus memberikan kompensasi berbasis kinerja, rencana kepemilikan saham perusahaan, peluang tambahan yang menekankan kesuksesan (yaitu kendaraan,jaminan pendidikan, peluang pelatihan dan pengembangan, dll.). Namun, untuk mencegah karyawan lain dimotivasi secara negatif dari lingkungan seperti itu, penting untuk menekankan bahwa semua karyawan dengan potensi dan kinerja yang sama memiliki kesempatan yang sama. (Gumus et al 2013:797) 
c. Evaluasi Kinerja dan Perencanaan Karir: Selama proses evaluasi kinerja, dalam mengevaluasi karyawan tipe A, yang berarti para karyawan dengan kinerja luar biasa, penting untuk memperkaya target yang diharapkan dengan bidang bisnis dan tanggung jawab baru. Meskipun para karyawan ini berfokus pada kesuksesan yang memotivasi mereka. Di sisi lain, diharuskan untuk mengevaluasi mereka di luar durasi dan memberikan mereka fleksibilitas serta peluang promosi. (Gumus et al 2013:798) 
d. Pelatihan dan Pengembangan: Karyawan dengan potensi tinggi harus menerapkan satu pembinaan atau pendampingan yang artinya mereka harus diberikan pembinaan dengan materi yang hanya berfokus pada kemampuan individu. Pengembangan dapat diberikan atas nama keterampilan manajemen namun berada di bawah pengawasan dan arahan seorang manajer senior yang berpengalaman dan berpotensi tinggi yang akan mempersiapkan mereka untuk posisi kepemimpinan dan dapat memberikan peningkatan kinerja yang berkesinambungan untuk umpan balik. (Gumus et al 2013:798)

Tidak ada komentar: