Komitmen organisasional adalah sejauh mana seseorang dapat
mengidentifikasi dan terlibat di dalam kegiatan organisasi. Meyer dan Allen
(1991:67v) menjelaskan bahwa komitmen organisasional adalah keadaan
psikologis yang a) mencirikan hubungan karyawan dengan organisasi dan b)
berimplikasi pada keputusan untuk melanjutkan keanggotaan di organisasi. Menurut Luthans (1995:67) menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi komitmen organisasional,yaitu :
a. Keinginan kuat untuk tetap berada di organisasi
b. Kemauan tinggi untuk berusaha untuk yang terbaik bagi organisasi
c. Kepercayaan yang kuat dan penerimaan terhadap nilai serta tujuan
organisasi
Karakteristik diatas mengisyaratkan bahwa komitmen organisasional
bukan hanya sekedar loyalitas pasif terhadap organisasi. Komitmen
organisasional melibatkan adanya hubungan yang aktif antara individu dengan
organisasi,dimana karyawan sebagai anggota organisasi mempunyai
kemampuan untuk memberikan kontribusi secara penuh apa yang dimiliki
kepada organisasi untuk mencapai kesuksesan (Cherrington,1994:476).
Berdasarkan Meyer dan Allen (1990:4) mengungkapkan 3 dasar pembagian
komitmen organisasional,yakni:
a. Komitmen kontinuan (Continue commitment)
Komitmen ini berhubungan dengan besarnya keinginan seorang karyawan
untuk melanjutkan pekerjaanya karena tidak memperoleh pekerjaan lain.
b. Komitmen afektif (Affective commitment)
Hampir sama dengan komitmen continue,komitmen afektif berhubungan
dengan sikap seorang karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan.
c. Komitmen Normatif (Normative commitment)
Komitmen ini berhubunga dengan loyalitas karyawan yaitu perasaan untuk
tinggal dalam organisasi karena adanya tekanan dari orang lain Meskipun komitmen afektif,kontinuance dan normatif digunakan untuk
menangkap sifat multidimensi dari komitmen organisasional,namun komitmen
afektif dianggap sebagai pengukuran yang lebih efektif dari komitmen
organisasional. Karyawan dengan komitmen afektif yang kuat akan termotivasi
untuk meningkatkan tingkat kinerja yang lebih tinggi dan memberikan
kontribusi yang lebih berarti daripada karyawan dengan komitmen continuance
atau normative.(Alniacik et al.2013:275)
Menurut Mowday (1978:4) Komitmen terbentuk pada diri seorang
karyawan apabila seorang tersebut memiliki tiga sikap yang saling
berhubungan dengan organisasi atau pekerjaanya,yaitu:
a) Identification yakni berupa pemahaman dan penghayatan dari tujuan
organisasi
b) Involment yakni perasaan terlibat dalam suatu pekerjaan atau perasaaan
bahwa pekerjaa yang dilakukan sangat menyenangkan
c) Loyalty yakni perasaaan bahwa organisasi adalah merupakan tempat
bekerja sekaligus juga tempat tinggal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar