Jumat, 22 Mei 2020

Faktor– faktor yang mempengaruhi Komitmen Organisasional (skripsi dan tesis)

Menurut Cherrington (1994:474) menjelaskan bahwa komitmen organisasional tidak terjadi begitu saja namun terjadi dalam tahapan yang begitu panjang dan dipengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu: 1. Faktor personal, komitmen organisasional secara umum lebih tinggi antara karyawan yang lebih tua dan telah lama bekerja dalam organisasi. Mereka dipandang lebih memiliki nilai kerja yang tinggi dan lebih punya komitmen 26 kepada organisasi. Dan kecenderunganya adalah karyawan wanita lebih komitmen terhadap organisasi daripada karyawan laki-laki. 2. Karakteristik pekerjaan, bagi karyawan yang memiliki jumlah pekerjaan yang lebih banyak dan memiliki pekerjaan yang jauh dari adanya konflik akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi. 3. Pengalaman kerja, komitmen kerja muncul lebih kuat ketika seorang pekerja memiliki pengalaman kerja yang positif dan menyenangkan. Dalam hal ini ada peran serta organisasi dalam memberikan perasaan yang positif terhadap karyawan agar dapat memunculkan komitmen yang tinggi. 4. Karateristrik struktur, karyawan yang terus menerus dilibatkan dalam keputusan organisasi cenderung memiliki komitmen organisasional yang tinggi. Penelitian yang telah dilakukan oleh Fields dan Thacker (1992:448) menjelaskan bahwa perusahaan perlu melaksanakan rencana strategis untuk dapat meningkatkan komitmen. Perusahaan banyak mengeluarkan tenaga,dana dan waktu mereka untuk dapat meningkatkan komitmen melalui identifikasi awal terhadap apa yang seharusnya dibutuhkan oleh karyawan. Perusahaan tidak menggeneralisir bahwa semua karyawan memiliki akan kebutuhan yang sama. Kesuksesan dalam menerapkan komitmen adalah bagaimana cara perusahaan untuk fokus terhadap nilai-nilai yang ada dalam kehidupan kerja. Kehidupan kerja yang berkualitas sangat berdampak besar terhadap komitmen 27 organisasional meskipun banyak perusahaan menjadikan komitmen sebagai sebuah budaya.

Tidak ada komentar: