Menurut Cherrington (1994:474) menjelaskan bahwa komitmen
organisasional tidak terjadi begitu saja namun terjadi dalam tahapan yang
begitu panjang dan dipengaruhi oleh beberapa faktor,yaitu:
1. Faktor personal, komitmen organisasional secara umum lebih tinggi antara
karyawan yang lebih tua dan telah lama bekerja dalam organisasi. Mereka
dipandang lebih memiliki nilai kerja yang tinggi dan lebih punya komitmen
26
kepada organisasi. Dan kecenderunganya adalah karyawan wanita lebih
komitmen terhadap organisasi daripada karyawan laki-laki.
2. Karakteristik pekerjaan, bagi karyawan yang memiliki jumlah pekerjaan
yang lebih banyak dan memiliki pekerjaan yang jauh dari adanya konflik
akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi.
3. Pengalaman kerja, komitmen kerja muncul lebih kuat ketika seorang pekerja
memiliki pengalaman kerja yang positif dan menyenangkan. Dalam hal ini
ada peran serta organisasi dalam memberikan perasaan yang positif terhadap
karyawan agar dapat memunculkan komitmen yang tinggi.
4. Karateristrik struktur, karyawan yang terus menerus dilibatkan dalam
keputusan organisasi cenderung memiliki komitmen organisasional yang
tinggi.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Fields dan Thacker (1992:448)
menjelaskan bahwa perusahaan perlu melaksanakan rencana strategis untuk
dapat meningkatkan komitmen. Perusahaan banyak mengeluarkan tenaga,dana
dan waktu mereka untuk dapat meningkatkan komitmen melalui identifikasi
awal terhadap apa yang seharusnya dibutuhkan oleh karyawan. Perusahaan
tidak menggeneralisir bahwa semua karyawan memiliki akan kebutuhan yang
sama.
Kesuksesan dalam menerapkan komitmen adalah bagaimana cara perusahaan
untuk fokus terhadap nilai-nilai yang ada dalam kehidupan kerja. Kehidupan
kerja yang berkualitas sangat berdampak besar terhadap komitmen
27
organisasional meskipun banyak perusahaan menjadikan komitmen sebagai
sebuah budaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar