Jumat, 22 Mei 2020

Manajemen Pengetahuan (skripsi dan tesis)

Scarborough et al (1999) dalam Armstrong (2008:149) mengartikan manajemen pengetahuan sebagai setiap proses atau praktek membuat, memperoleh, menangkap, berbagi, dan menggunakan pengetahuan untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja organisasi. Menurut Tiwana (2001) dalam Tobing (2007:23) manajemen pengetahuan adalah pengelolaan knowledge perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis dan menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan dengan mengoptimlkan proses penciptaan, pengkomunikasian, dan pengaplikasian semua konwledge yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan bisnis. American Productivity and Quality Centre (APQC) dalam Tobing (2007:23) mengartikan manajemen pengetahuan sebagai pendekatan-pedekatan sistemik yang membantu muncul dan mengalirnya informasi dan knowledge kepada orang yang tepat pada saat yang tepat untuk menciptakan nilai. Sedangkan Award dan Ghazari (2004) mendefinisikan manajemen pengetahuan sebagai proses memperoleh dan mendayagunakan sekumpulan keahlian perusahaan dimana pun dalam bisnis, makalah, dokumen , database (explicit knowledge) atau dalam pikiran seseorang (tacit knowledge). Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen pengetahuan adalah serangkaian proses penciptaan, pengkomunikasian, dan penerapan knowledge perusahaan untuk menciptakan nilai bisnis serta meningkatkan pembelajaran dan kinerja karyawan maupun organisasi. Sanchez (2004) dalam Endriana (2014:62) menjelaskan dua pendekatan fundamental mengenai knowledge, yaitu tacit knowledge yang pada dasarnya bersifat pribadi sehingga sulit untuk diekstraksi dari kepala individu (personal knowledge) dan explicit knowledge yang mengasumsikan bahwa pengetahuan yang bermanfaat bagi individu dalam organisasi dapat diartikulasikan dan dibuat explicit. Explicit knowledge dalam penelitian ini adalah job procedure dan technology

Tidak ada komentar: