Penelitian yang dilakukan oleh Faloye pada tahun 2014 dengan judul
penelitian Organisational Commitment and Turnover Intentions: Evidence
from Nigerian Paramilitary Organisation. Menjelaskan bahwa ada hubungan
positif yang lemah antara komitmen organisasional dengan turnover intention
yang mana apabila semakin banyak karyawan yang berkomitmen maka
semakin banyak karyawan yang akan berhenti dari pekerjaan mereka.
Penelitian yang telah dilakukan oleh Islam dan Rahman pada tahun (2016)
memperoleh hasil bahwa penelitian dengan judul penelitian Relationship
between Job Satisfaction, Organizational Commitment and Turnover Intention
among Bank Employees: A study on selected Banks of Bangladesh menjelaskan
bahwa komitmen organisasional dengan kepuasan kerja juga memiliki hubungan yang signifikan. Mengungkapkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
komitmen organisaional dengan turnover intention. Variabel dalam penelitian
ini yaitu kepuasan kerja,komitmen organisasional dan turnover intention
Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode SEM-PLS.
Penelitian yang dilakukan oleh Jehanzeb et al. pada tahun 2013 memperoleh
hasil bahwa penelitian dengan judul penelitian Organizational Commitment and
Turnover Intentions: Impact of Employee’s Training in Private Sector of Saudi
Arabia. Mengungkapkan pertama bahwa ada hubungan positif antara
ketersediaan program pelatihan dengan komitmen organisasional. Kedua bahwa
hubungan antara motivasi untuk belajar dengan komitmen organisasional
memiliki hubungan yang negatif. Ketiga bahwa hubungan antara variabel
dukungan manajer untuk pelatihan memiliki hubungan yang positif. Terakhir
bahwa ada hubungan negatif antara komitmen organisasional dengan turnover
intention. Pada penelitian ini menggunakan variabel komitmen
organisasional,turnover intention,ketersediaan program pelatihan,motivasi
untuk belajar,dukungan manajer untuk program pelatihan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar