Yarnall (2011:4) mengatakan bahwa
manajemen talenta mencakup pemilihan dan
pengembangan karyawan yang dianggap berbakat
di dalam perusahaan sehingga dapat menghasilkan
sekelompok orang yang dapat dikembangkan
bakatnya untuk menjadi sebuah investasi dalam
perusahaan. Sekelompok orang berbakat tersebut
disebut sebagai talent pool.
Talent pool dibangun untuk memusatkan
pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia
di dalam perusahaan dengan jelas dengan
mengurangi omset dan mempertahankan bakat
terbaik. (McCartney dan Garrow, 2006 dalam
Yarnall, 2011:4). Manfaat talent pool untuk
individual karyawan yaitu peningkatan komitmen,
dukungan lintas perusahaan dan penyesuaian
growth opportunities (Byham et al., 2002 dalam
Yarnall, 2011:4).
Keberadaan talent pool ini sangat bermanfaat
bagi perusahaan, terutama untuk mengidentifikasi
karyawan yang memiliki potensi besar untuk
menjadi seorang manajer umum di sebuah
perusahaan. Tidak hanya sebuah kapasitas
kepemimpinan yang harus dimiliki manajer umum
namun banyak skill dan kemampuan lainnya yang
sangat penting untuk seorang manajer umum miliki
(Silzer dan Dowell, 2009:733)
Di berbagai perusahaan, konsep talent pools
diperluas ke dalam beberapa talent pool, seperti
talent pool untuk bakat para eksekutif, talent pool
untuk fungsional perusahaan, talent pool untuk
keragaman sumber daya manusia, dan talent pool
untuk para pengawas. Namun, banyak perusahaan
sering menggunakan konsep level organisasi yang
karyawan akan capai; beberapa menyebutnya
dengan acceleration pools (Byham, et al., 2002
dalam Silzer dan Dowell, 2009:228). Berikut
adalah beberapa level pusat pengembangan talenta
(talent pool) :
a. Talent Pool Supervisor
1) Kompetensi Maximising Performance
2) Kompetensi Continuous Improvement
3) Kompetensi Team Leadership
b. Talent Pool Coordinator
1) Kompetensi Work Management
2) Kompetensi Individual Leadership
Tidak ada komentar:
Posting Komentar