Dalam penelitian yang dilakukan Meyer et al., (1991)
mendefinisikan komitmen organisasional sebagai derajat seberapa jauh
pekerja mengidentifikasi dirinya dengan organisasi dan keterlibatannya
dalam organisasi, menurutnya ada 3 komponen, yaitu :
1. Affective Organizational Commitment (AOC)
Affective Organizational commitmen adalah suatu pendekatan
emosional dari individu dalam keterlibatan dengan organisasi,
sehingga individu akan merasa dihubungkan dengan organisasi.
2. Continuance Organizational Commitment (COC)
Continuance Organizational commitment adalah hasrat yang
dimiliki oleh individu untuk bertahan dalam organisasi, sehingga
individu merasa membutuhkan untuk dihubungkan dengan
organisasi.
3. Normative Organizational Commitment (NOC)
Normative Organizational Commitment adalah suatu perasaan
wajib dari individu untuk bertahan dalam organisasi.
Sedangkan menurut Kanter (1986) dalam Sopiah (2008)
mengemukakan ada tiga bentuk komitmen organisasi, yaitu:
a) Komitmen berkesinambungan (Continuance commitment), yaitu
komitmen yang berhubungan dengan dedikasi anggota dalam
melangsungkan kehidupan organisasi dan menghasilkan orang
yang mau berkorban dan berinvestasi pada organisasi.
b) Komitmen terpadu (Cohesion commitment), yaitu komitmen
anggota terhadap organisasi sebagai akibat adanya hubungan sosial
dengan anggota lain di dalam organisasi. Ini terjadi karena
karyawan percaya bahwa norma-norma yang dianut organisasi
merupakan norma-norma yang bermanfaat.
c) Komitmen terkontrol (Control commitment), yaitu komitmen
anggota pada norma organisasi yang memberikan perilaku ke arah
yangdiinginkannya. Norma-norma yang dimiliki organisasi sesuai
danmampu memberikan sumbangan terhadap perilaku yang
diinginkannya.
Komitmen organisasi dari Mowday, Porter dan Steers (1989)
mencakup:
a) Identifikasi dengan organisasi merupakan dasar komitmenorganisasi.
Identifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujuikebijaksanaan
organisasi, kesamaan nilai pribadi dan nilai-nilaiorganisasi, rasa
kebanggaan menjadi bagian dari organisasi.
b) Keterlibatan sesuai peran dan tanggung jawab pekerjaan diorganisasi
tersebut. Pegawai yang memiliki komitmen tinggi akanmenerima
hampir semua tugas dan tanggung jawab pekerjaan yangdiberikan
padanya.
c) Loyalitas terhadap organisasi merupakan evaluasi terhadap
komitmen, Pegawai dengan komitmen tinggi merasakan adanya
loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.
d) Kesediaan untuk menampilkan usaha. Kesediaan bekerja melebihi
apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. Pegawai dengan
komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi.
e) Keinginan tetap berada dalam organisasi. Pegawai yang
memilikikomitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari
organisasidan berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang
telahdipilihnya dalam waktu lama.
Jadi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan terlibat
sungguh-sungguhdalam organisasi, loyal terhadap organisasi, berusaha
kearah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung dengan
organisasi dalam jangka waktu lama.
Sabtu, 01 Juli 2023
Komponen Komitmen Organisasional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar