Sabtu, 29 Juli 2023

Brand Awareness


Menurut Kotler dan Keller (2012), brand awareness
adalah kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi merek
dalam berbagai kondisi, seperti yang dicerminkan oleh
pengenalan merek atau ingatan atas kinerja merek. Durianto
dkk (2004) dalam Nggilu dkk (2019) mengemukakan, brand
awareness menunjukkan kesanggupan konsumen dalam
mengingat kembali (recognize) atau mengenali (recall) bahwa
suatu merek merupakan suatu bagian dari kategori produk
tertentu.
Menurut Rangkuti (2004) dalam Ariadi dkk (2019),
brand awareness adalah kemampuan seorang pelanggan untuk
mengingat suatu merek tertentu atau iklan tertentu secara
spontan atau setelah dirangsang dengan kata-kata kunci. Dalam
mengukur pengaruh brand awareness, peneliti menggunakan
indikator yang dikemukakan oleh Durianto (2004) dalam
Nggilu (2019) yaitu :
a) Top of mind (puncak pikiran), merek tersebut merupakan
merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam
pikiran konsumen. 
b) Brand recall (pengingatan kembali merek), diperoleh
dengan pengingatan kembali sebuah merek dalam suatu
kelas produk tanpa bantuan, tetapi tidak disadarkan pada
permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu.
c) Brand recognition (pengenalan merek), merupakan tingkat
minimal dari brand awareness yang diperoleh dari
pengingatan kembali. Hal ini penting bagi konsumen yang
akan melakukan pembelian pada suatu merek.
d) Unware of brand (tidak mengenali merek), merupakan
merek yang belum disadari oleh konsumen

Tidak ada komentar: