Minggu, 23 Juli 2023

Pengukuran Kinerja


Sedarmayanti (2011:195) mengemukakan pengukuran kinerja
merupakan “suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan
kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas”. Pengukuran kinerja
digunakan untuk penilaian atas keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan
kegiatan atau program atau kebijakan sesuia dengan saran dan tujuan yang
telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi organisasi.
Ada beberapa hal dalam pengkuran kinerja yang dapat di ukur yaitu
sebagai berikut:
a. Aspek finansial yaitu meliputi anggaran suatu organisasi yang
merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengukuran
kinerja.
b. Kepuasan pelanggan, organisasi di tuntut untuk terus menerus
memberikan pelayanan berkualitas prima. Untuk itu, pengukuran kinerja
perlu di desain sehingga pimpinan dapat memperoleh informasi relevan
atas tingkat kepuasan pelanggan.
c. Operasi bisnis internal, informasi operasi bisnis diperlukan untuk
memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi sudah seirama untuk
mencapai tujuan dan sasaran organisasi seperti yang tercantum dalam
rencana strategis.
d. Kepuasan karyawan, merupakan asset yang harus dikelola dengan baik,
apalagi dalam organisasi yang banyak melakukan inovasi, peran strategis
karyawan sangat nyata.
e. Kepuasan komunitas dan shareholders atau stakeholders merupakan
kegiatan instansi pemerintah berinteraksi dengan berbagai pihak yang
menaruh kepentingan terhadap keberadaannya. Untuk itu informasi dari
pengukuran kerja perlu di desain untuk mengakomodasi kepuasan dari
stakeholders.
f. Waktu, ukuran waktu merupakan variabel yang perlu diperhatikan dalam
desain pengukuran kerja.

Tidak ada komentar: