Minggu, 23 Juli 2023

Pengertian Kinerja


Istilah kinerja berasal dari kata job Performance atau Actual
Performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh
seseorang). Kinerja merupakan bagian dari produktivitas kerja, yang berasal
dari kata “produktif” yang artinya sesuatu yang mengandung potensi untuk
digali, sehingga produktivitas dapat dikatakan sesuatu proses kegiatan yang
terstruktur guna menggali potensi yang ada dalam sebuah komoditi atau
objek. Filosofi produktivitas sebenarnya dapat mengandung arti keinginan
dan usaha dari setiap manusia (individu maupun kelompok) untuk selalu
meningkatkan mutu kehidupan atau standar kehidupannya. Kinerja dapat
pula dipandang sebagai perpaduan hasil kerja (apa yang harus dicapai oleh
seseorang) dan kompetensi (bagaimana seseorang mencapainya),
(Marwansyah, 2012:229).
Mangkunegara (2013:67) mengemukakan pendapat bahwa kinerja
adalah “hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya”. Menurut Marwasyah (2012:124), kinerja adalah
“pencapaian atau prestasi seseorang berkenaan dengan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya”. Hasibuan (2010:94) sendiri mengemukakan
pendapat lain bahwa kinerja adalah “pengorbanan jasa, jasmani, dan pikiran
untuk menghasilkan barang-barang atau jasa dengan memperoleh imbalan
prestasi tertentu”.
Berdasarkan penjelasan teori-teori tersebut di atas maka dapat
disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dapat dicapai oleh seseorang
atau sekelompok orang atau organisasi, sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Indikator-indikator kinerja pegawai menurut Mangkunegara,
(2013:62) sebagai berikut:
a. Kuantitas pekerjaan
Kuantitas pekerjaan, adalah jumlah atau banyaknya pekerjaan yang
dihasilkan pegawai. Dengan jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidangbidangnya masing-masing.
b. Kualitas pekerjaan
Kualitas pekerjaan, merupakan salah satu cara untuk mengetahui
tinggi rendahnya kinerja pegawai dan sejauh mana pegawai dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang baik. Kualitas yang terdiri
dari kahalusan, kebersihan dan ketelitian pekerjaan.
c. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu juga salah satu cara untuk mengetahui tinggi
rendahya kinerja pegawai. Apabila menyelesaikan tugas dengan cepat
dan tepat. Ketepatan waktu dapat dilihat dari sesuai tidaknya
menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang direncanakan.

Tidak ada komentar: