Suatu informasi mempunyai peranan yang penting di dalam suatu
organisasi, informasi bisa sangat berguna bagi pihak manajemen selaku pihak
intern untuk mengambil suatu kesimpulan. Wing Wahyu (2007 : 1.6) menyatakan
bahwa informasi adalah data yang sudah diolah sehingga berguna untuk
pembuatan keputusan.
Semakin tinggi kualitas informasi yang tersedia bagi para pembuat
keputusan, maka akan semakin baik keputusan yang akan dihasilkan. Informasi
harus memiliki kualitas atau karakteristik dijelaskan oleh Krismiaji (2005 : 15)
adalah sebagai berikut :
1. Relevan ; menambah pengetahuan nilai bagi para pembuat keputusan.
Input Proses Output
Kontrol
2. Dapat Dipercaya ; bebas dari kesalahan dan secara akurat menggambarkan
kejadian atau aktivitas organisasi.
3. Lengkap ; tidak menghilangkan data penting yang dibutuhkan oleh para
pemakai.
4. Tepat Waktu ; disajikan pada saat yang tepat untuk mempengaruhi proses
pembuatan keputusan.
5. Mudah Dipahami ; disajikan dalam format yang mudah dimengerti.
6. Dapat Diuji Kebenarannya ; memungkinkan dua orang yang kompeten
untuk menghasilkan informasi yang kebenarannya sama secara
independen.
Dilihat dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi
adalah suatu data yang diolah dengan menggunakan alat penunjang yang
dilakukan oleh perusahaan. Sebuah informasi yang memenuhi karakteristik
tersebut akan menghasilkan informasi yang akurat bagi para pengambil
keputusan.
Informasi dapat diberikan kepada pemakai internal dan pemakai eksernal.
Sebagian besar informasi internal adalah discretionary information, karena
menyangkut pemilihan jenis informasi apa akan dihasilkan, untuk siapa, dan
seberapa sering informasi tersebut dihasilkan. Sedangkan informasi yang
diberikan kepada pihak eksternal dapat berupa informasi wajib (mandatory
information) yaitu informasi yang disyaratkan oleh pemerintah.
Pada penjelasan diatas, sistem dan informasi masing-masing memiliki
pengertian yang berbeda. Adapun pengertian tentang sistem informasi itu sendiri
adalah :
“Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk
mengumpulkan, memasukkan, mengolah dan menyimpan data dan caracara yang diorganisasi untuk menyimpan, mngelola, mengendalikan dan
melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan” (Krismiaji : 2005 : 16).
Pengertian sistem informasi lainnya diungkapkan sebagai berikut (La
Midjan dan Azhar Susanto: 2005 : 8) :
“Sistem informasi merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas, atau alat
teknologi, media, prosedur dan pengendalian uang dimaksud menata
jaringan komunikasi yang penting, proses atau transaksi-transaksi tertentu
dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan
menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat”.
Alat pengolahan data yang digunakan untuk menunjang sistem informasi
di dalam suatu perusahaan menurut La Midjan dan Adzar Susanto (2005 : 9),
adalah sebagai berikut :
1. Manual Information System atau Traditional Information System adalah
sistem informasi yang menggunakan proses manual, dimana manusia lebih
berperan.
2. Mechanical Information System adalah sistem informasi yang
menggunakan peralatan, atau mesin-mesin pembukuan dimana manusia
masih berperan.
3. Computer Based Information System adalah sistem informasi yang
menggunakan proses secara elektronik dan dikenal sebagai Electric Data
4. Processing (EDP), disini manusia sudah kurang berperan dan diambil oleh
komputer.
Sistem informasi lebih mengarah pada penggunaan teknologi komputer di
dalam sebuah perusahaan. Sistem informasi yang berbasis komputer ini terdiri
dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengolah data
menjadi informasi yang berguna.
Minggu, 23 Juli 2023
Pengertian Informasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar