Proses keputusan konsumen bukanlah berakhir dengan pembelian, namun
berlanjut hingga pembelian tersebut menjadi pengalaman bagi konsumen dalam
menggunakan produk yang dibeli tersebut. Pengalaman itu akan menjadi bahan
pertimbangan untuk pengambilan keputusan pembelian di masa depan (Ma’ruf,
2005:14).
Ada 5 proses keputusan pembelian (Kotler & Ketler, 2009:184) :
1. Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah
atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsan internal atau eksternal.
Dengan rangsangan internal, salah satu dari kebutuhan normal
seseorang rasa haus, rasa lapar naik ke tingkat maksimum dan
menjadi dorongan atau kebutuhan bisa timbulakibat rangsangan
eksternal.
Pemasar harus mengidentifikasi keadaan yang memicu kebutuhan
tertentu dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen.
Lalu mereka dapat mengembangkan strategi pemasaran yang
memicu minat konsumen. Terutama untuk pembelian fleksibel
seperti barang – barng mewah, paket liburan dan pilihan liburan,
pemasar mungkin harus meningkatkan motivasi konsumen sehingga
pembelian potensial mendapat pertimbangan serius.
2. Pencarian Informasi
Konsumen sering mencari jumlah informasi yang terbatas. Keadaan
pencarian yang lebih rendah disebut perhatian tajam. Pada tingkat
ini sesorang hanya menjadi lebih reseptif terhadap informasi tentang
sebuah produk. Pada tingkat berikutnya, seseorang dapat memasuki
pencarian informasi aktif : mencari bahan bacaan, menelepon teman,
melakukan kegiatan online, dan mengunjungi toko untuk
mempelajari produk tersebut.
Sumber informasi utama di mana konsumen di bagi menjadi 4
kelompok :
1. Pribadi : Keluarga, teman, tetangga, rekan.
2. Komersial : Iklan, situs Web, wiraniaga, penyalur, kemasan,
tampilan.
3. Public : Media massa, organisasi pemeringkat konsumen.
4. Eksperimental : Penanganan, pemeriksaan, penggunaan
produk.
Sabtu, 29 Juli 2023
Proses Keputusan Pembelian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar