Hall (2008) berpendapat bahwa sistem pengukuran kinerja yang komprehensif
memberikan informasi kinerja yang diperlukan manajer SBU untuk
mengembangkan tingkat yang lebih tinggi dari pemberdayaan psikologis. Sistem
pengukuran kinerja yang kurang komprehensif memberikan informasi kinerja
yang tidak memadai, dan dengan demikian kemungkinan untuk membatasi
pengembangan manajer SBU terhadap pemberdayaan psikologis, (Hall, 2008,
p.146). Sistem pengukuran kinerja diharapkan bisa meningkatkan persepsi
manajer atas setiap dimensi dalam pemberdayaan psikologis dalam hal ini adalah
meaning, competence, self determination dan impact (Spreitzer,1996).
Marginson, McAulay and Roush (2011) memberikan bukti kontribusi yang
menunjukkan sifat dan tingkat efek psikologis yang positif dihasilkan oleh ukuran
kinerja. Efek psikologis yang positif timbul dari pemanfaatan interaktif nonkeuangan. PMS diharapkan dapat meningkatkan persepsi manajer dari masingmasing dimensi pemberdayaan psikologis. PMS dapat membuat pekerjaan
individu lebih bermakna karena sistem pengukuran kinerja dapat memberikan
informasi yang lebih komprehensip (Zhang, Bartol, 2010, p.108), kemudian
memeriksa pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap motivasi intrinsik dan
keterlibatan proses. Tanpa informasi kinerja yang komprehensif, manajer
cenderung tidak memahami sepenuhnya operasional dari sebuah unit kerja atau
organisasi secara keseluruhan. Hal ini menciptakan perasaan tidak mampu
memberikan pengaruh pada wilayah pekerjaan mereka.
Jumat, 14 April 2023
Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terhadap Pemberdayaan Psikologis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar