Jumat, 28 April 2023

Proses Keputusan Investasi


Menurut Tandelilin (2010:12) proses keputusan investasi merupakan
proses keputusan yang berkesinambungan (going process). Proses keputusan
investasi terdiri dari lima tahap keputusan yang berjalan terus-menerus sampai
tercapai keputusan investasi yang terbaik. Tahap-tahap keputusan tersebut
meliputi:
1. Penentuan tujuan investasi
Tahap pertama dalam proses keputusan investasi adalah penentuan tujuan
investasi yang akan dilakukan. Tujuan investasi masing-masing investor bisa
berbeda-beda tergantung pada investor yang membuat keputusan tersebut.
Misalnya, lembaga dana pensiun yang bertujuan untuk memperoleh dana untuk
membayar dana pensiun nasabahnya di masa depan mungkin akan memilih
investasi pada portofolio reksa dana. Sedangkan bagi institusi penyimpan dana 
seperti bank misalnya, mempunyai tujuan untuk memperoleh return yang lebih
tinggi diatas biaya investasi yang dikeluarkan. Mereka biasanya lebih menyukai
investasi pada sekuritas yang mudah diperdagangkan ataupun pada penyaluran
kredit yang lebih berisiko tetapi memberikan harapan return yang tinggi.
2. Penentuan kebijakan investasi
Tahap kedua ini merupakan tahap penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan
investasi yang telah ditetapkan. Tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan
alokasi aset (asset allocation decision). Keputusan ini menyangkut
pendistribusian dana yang dimiliki pada berbagai kelas aset yang tersedia (saham,
obligasi, real estate ataupun sekuritas luar negeri). Investor juga harus
memperhatikan berbagai batasan yang mempengaruhi kebijakan investasi seperti
seberapa besar dana yang dimiliki dan porsi pendistribusian dana tersebut serta
beban pajak dan pelaporan yang harus ditanggung.
3. Pemilihan strategi portofolio
Strategi portofolio yang dipilih harus konsisten dengan dua tahap sebelumnya.
Ada dua strategi portofolio yang bisa dipilih, yaitu strategi portofolio aktif dan
strategi portofolio pasif. Strategi portofolio aktif meliputi kegiatan penggunaan
informasi yang tersedia dan teknik-teknik peramalan secara aktif untuk mencari
kombinasi portofolio yang lebih baik. Strategi portofolio pasif meliputi aktivitas
investasi pada portofolio yang seiring dengan kinerja indeks pasar. Asumsi
strategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang tersedia akan diserap pasar
dan direfleksikan pada harga sahan. 
Dengan strategi aktif, investor berusaha mengidentifikasi saham-saham yang
dia pertimbangkan akan bagus di masa mendatang. Dengan kata lain, dia mencoba
mencari winners. Sebaliknya dengan strategi pasif, investor dapat membeli reksa
dana (mutual fund), dimana fungsi pertimbangan alokasi aset dan pemilihan
sekuritas dipindahkan kepada manajer investasi dalam reksa dana tersebut.
4. Pemilihan aset
Setelah strategi portofolio ditentukan, tahap selanjutnya adalah pemilihan asetaset yang akan dimasukkan dalam portofolio. Tahap ini memerlukan
pengevaluasian setiap sekuritas yang ingin dimasukkan dalam portofolio. Tujuan
tahap ini adalah untuk mencari kombinasi portofolio efisien, yaitu portofolio yang
menawarkan return diharapkan yang tertinggi dengan tingkat risiko tertentu atau
sebaliknya menawarkan return diharapkan tertentu dengan tingkat risiko terendah.
5. Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio
Tahap ini merupakan tahap paling akhir dari proses keputusan investasi.
Meskipun demikian, adalah salah kaprah jika kita langsung mengatakan bahwa
tahap ini adalah tahap terakhir, karena sekali lagi, proses keputusan investasi
merupakan proses keputusan yang berkesinambungan dan terus menerus. Artinya,
jika tahap pengukuran dan evaluasi kinerja telah terlewati dan ternyata hasilnya
kurang baik, maka proses keputusan investasi harus dimulai lagi dari tahap
pertama, demikian seterusnya sampai dicapai keputusan investasi yang paling
optimal. Tahap pengukuran dan evaluasi kinerja ini meliputi pengukuran kinerja
portofolio dan pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portofolio
lainnya melalui proses benchmarketing. Proses benchmarketing ini biasanya 
dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk mengetahui seberapa baik
kinerja portofolio yang telah ditentukan dibandingkan dengan kinerja portofolio
lainnya (portofolio pasar).

Tidak ada komentar: