Stres kerja terdiri berbagai jenis dan beragam, diantaranya stres kerja yang
dapat memberikan gairah dan menstimulus para pegawai untuk merasa lebih
bersemangat saat bekerja, adanya tantangan yang dianggap sebagai motivasi diri
untuk bisa bekerja lebih keras, namun ada stres yang mengakibatkan turunnya
semangat kerja karena pegawai merasa beban pekerjaan tidak sesuai dengan
kemampuan mereka, rutinitas kerja yang menimbulkan kejenuhan, dan rekan kerja
yang tidak kompeten.
Berney dan Selye (dalam Asih, et al., 2018:4-5) mengungkapkan ada empat
jenis stres:
a. Eustress (good stress), yaitu stres yang menimbulkan stimulus dan
kegairahan. Stres ini dapat meningkatkan kreativitas dan antusiasme.
b. Distress, yaitu stres yang memunculkan efek membahayakan bagi individu
yang mengalaminya seperti: tuntutan tidak menyenangkan yang menguras
energi individu sehingga membuatnya menjadi lebih mudah jatuh sakit.
c. Hyperstress, yaitu stress terjadi ketika seseorang dipaksa untuk mengatasi
tekanan yang melampaui kemampuan dirinya.
d. Hypostress, yaitu stress yang muncul karena kurangnya stimulasi. Contohnya,
stres karena bosan atau karena pekerjaan yang rutin.
Menurut Quick dan Quick (dalam Yuliana, et al., 2019:5) stres kerja terbagi
menjadi dua kategori, yaitu:
a. Eustress, yaitu hasil respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan
konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan
individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan,
fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi
b. Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat,
negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi
individu dan juga organisasi, seperti penyakit kordiovaskular dan tingkat
ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan
sakit, penurunan, dan kematian.
Rabu, 26 April 2023
Jenis-Jenis Stres Kerja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar