Brigham dan Houston (2011) mendefinisikan free cash flow sebagai arus kas
tersedia untuk didistribusikan kepada seluruh investor setelah perusahaan
menginvestasikan dananya pada asset tetap, produk-produk baru dan modal kerja yang
diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan operasi perusahaan. Apabila suatu
perusahaan memiliki arus kas bebas yang berlebih, maka perusahaan tersebut cenderung
memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki arus
kas bebas yang rendah (Jensen, 1986). Arus kas yang dihasilkan perusahaan dibagi ke
dalam 3 utama ( Brigham dan Houston, 2001), yaitu :
1. Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Arus kas perusahaan dari kegiatan operasi mencakup laba, depresiasi, serta
perubahan dalam aset lancar dan kewajiban lancar selain kas dan hutang jangka
pendek.
2. Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Arus kas dari penerimaan atau pembayaran investasi yang mencakup; penerimaan
dari pengeluaran saham baru, peningkatan pinjaman, pembayaran kembali pokok
pinjaman, pembayaran dividen saham biasa.
3. Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan
Arus kas dari kegiatan pembiayaan mencakup kas yang diperoleh selama tahun
berjalan dengan menerbitkan hutang jangka pendek, hutang jangka panjang, atau
saham. Selain itu, karena pembayaran dividen atau kas yang digunakan untuk
membeli kembali saham atau obligasi menurunkan kas perusahaan, maka transaksi
semacam itu dimasukan di sini.
Free Cash Flow yang terdapat pada perusahaan tentu akan mempengaruhi kinerja
perusahaan tersebut. Arus kas bebas atau free cash flow dapat diartikan sebagai adanya
dana yang berlebih, yang seharusnya dapat didistribusikan kepada para pemegang
saham namun keputusan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan manajemen (Arieska dan
Gunawan, 2011)
Jumat, 28 April 2023
Teori Free Cash Flow
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar