Beberapa studi yang dilakukan dalam hubungannya dengan keputusan
investsasi anatara lain Myers (1977) dalam Hemastuti dan Hermanto (2014) yang
memperkenalkan Investment Opportunities Set (IOS) merupakan nilai perusahaan
yang besarnya tergantung pada pengeluaran-pengeluaran yang ditetapkan
manajemen di masa yang akan datang, dimana investasi yang dilakukan
merupakan pilihan-pilihan investasi yang diharapkan akan menghasilkan return
yang besar. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh dua hal yaitu aktiva yang saat ini
telah ditempatkan dan opsi untuk investasi di masa depan. Opsi investasi di masa
depan dapat diperoleh jika perusahaan memiliki proyek dengan net present value
yang positif.
Kallapur dan Trombley dalam Arieska (2011) menyatakan bahwa proksiproksi Investment Opportunity Set (IOS) dapat digolongkan menjadi 3 jenis,
antara lain:
1. Proksi IOS berdasar harga (price-based proxies)
IOS berdasar harga (price-based proxies) merupakan proksi yang menyatakan
bahwa prospek pertumbuhan perusahaan sebagian dinyatakan dalam harga saham.
Proksi yang didasari pada suatu ide yang menyatakan bahwa prospek
pertumbuhan perusahaan sebagian dinyatakan dalam harga pasar. Proksi yang
didasari pada suatu ide yang menyataan bahwa prospek pertumbuhan perusahaan
secara parsial dinyatakan dalam harga-harga saham dan perusahaan yang tumbuh
akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi secara relatif untuk aktiva-aktiva yang
dimiliki. IOS yang didasari pada harga akan berbentuk suatu rasio sebagai suatu
ukuran aktiva yang dimiliki dan nilai pasar perusahaan.
2. Proksi IOS berdasar investasi (investment-based proxies)
Proksi IOS berbasis pada investasi (investment-based proxies) merupakan
proksi yang percaya pada gagasan bahwa suatu level kegiatan investasi yang
tinggi berkaitan secara positif dengan nilai IOS suatu perusahaan.
3. Proksi IOS berdasar pada varian (variance measures)
Proksi IOS berbasis pada varian (variance measurement) merupakan proksi
yang mengungkapkan bahwa suatu opsi akan menjadi lebih bernilai jika
menggunakan variabilitas ukuran untuk memperkirakan besarnya opsi yang
tumbuh seperti variabilitas return yang mendasari peningkatan aset.
Penelitian ini menggunakan proksi IOS berdasarkan harga yaitu Price
Earning Ratio (PER) yang merupakan indikasi penilaian pasar modal terhadap
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan potensial
perusahaan di masa yang akan datang. Semakin besar Price Earning Ratio suatu
saham maka harga saham tersebut akan semakin tinggi terhadap pendapatan
bersih per sahamnya. PER juga merupakan rasio yang menunjukkan tingkat
pertumbuhan suatu perusahaan. PER yang tinggi menunjukkan prospek
pertumbuhan perusahaan yang bagus dan risikonya rendah.
Menurut Tandelilin (2010:320) Price Earning Ratio (PER) merupakan
rasio atau perbandingan antara harga saham terhadap earning perusahaan.
Investor akan menghitung berapa kali (multiplier) nilai earning yang tercermin
dalam harga suatu saham.
Jumat, 28 April 2023
Pengukuran Keputusan Investasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar