Dalam sebuah laporan penelitian yang diterbitkan oleh John E. Fetzer
Institute (1999) yang berjudul Multidimensional Measurement of
Religiousness, Spirituality for Use in Health Research menjelaskan dua belas
dimensi religiusitas, yaitu:
a) Daily Spiritual Experiences (dalam Fetzer, 1999) merupakan
dimensi yang memandang dampak agama dan spritual dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini Daily Spiritual Experinces
merupakan persepsi individu terhadap sesuatu yang berkaitan dengan
transenden dalam kehidupan sehari-hari dan persepsi terhadap
interaksinya pada kehidupan tersebut, sehingga lebih kepada pengalaman
dibandingkan kognitif.
b) Meaning dijelaskan oleh Pragment (dalam Fetzer, 1999) bahwa konsep
meaning dalam hal religiusitas sebagaimana konsep meaning yang
dijelaskan oleh Fiktor Vrankl yang biasa disebut dengan istilah
kebermaknaan hidup. Adapun meaning yang dimaksud di sini adalah
yang berkaitan dengan religiusitas atau disebut religion-meaning, yaitu
sejauh mana agama dapat menjadi tujuan hidupnya.
c) Konsep Value menurut Idler (dalam Fetzer, 1999) adalah pengaruh
keimanan terhadap nilai-nilai hidup, seperti mengajarkan tentang nilai
cinta, saling tolong, saling melindungi, dan sebagainya.
d) Konsep Belief menurut Idler (dalam Fetzer, 1999) merupakan sentral
dari religiusitas. Religiusitas merupakan keyakinan akan konsep-konsep
yang dibawa oleh suatu agama.
e) Dimensi Forgiveness menurut Idler (dalam Fetzer, 1999) mencakup
beberapa dimensi turunan, yaitu : pengakuan dosa (Confession), merasa
diampuni oleh Tuhan (feeling forgiven by God), merasa dimaafkan oleh
orang lain (feeling forgiven by others), memaafkan orang lain (forgiving
others), dan memaafkan diri sendiri (forgiving one self).
f) Private Religious Practices menurut Levin (dalam Fetzer, 1999)
merupakan perilaku beragama dalam praktek agama meliputi ibadah,
mempelajari kitab, dan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan
religiusitasnya.
g) Religious/Spiritual Coping menurut Pragament (dalam Fetzer, 1999)
merupakan coping stress dengan menggunakan pola dan metode
religius. Seperti dengan berdoa, beribadah untuk menghilangkan stres, dan
sebagainya, menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
h) Konsep Religous Support menurut Krause (dalam Fetzer, 1999) adalah
aspek hubungan sosial antara individu dengan pemeluk agama sesamanya.
Dalam Islam hal semacam ini sering disebut al-Ukhuwah al-Islamiyah.
i) Konsep Religius/Spiritual History menurut George (dalam Fetzer, 1999)
adalah seberapa jauh individu berpartisipasi untuk agamanya selama
hidupnya dan seberapa jauh agama memepngaruhi perjalanan hidupnya.
j) Konsep Commitment menurut Williams (dalam Fetzer, 1999) adalah
seberapa jauh individu mementingkan agamanya, komitmen, serta
berkontribusi kepada agamanya.
k) Konsep Organizational Religiousness menurut Idler (dalam Fetzer,
1999) merupakan konsep yang mengukur seberapa jauh individu ikut
serta dalam lembaga keagamaan yang ada di masyarakat dan beraktifitas di
dalamnya.
l) Konsep religious preference menurut Ellison (dalam Fetzer, 1999)
yaitu memandang sejauh mana individu membuat pilihan dan
memastikan pilihan agamanya. Misalnya, majlis taklim dan lain-lain.
Sedangkan menurut Glock dan Stark (dalam Ancok dan Suroso, 2004)
Sabtu, 15 April 2023
Dimensi-Dimensi Religiusitas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar