Konsep pecking order theory pertama kali dikemukakan pada tahun 1961 oleh
Gordon Donaldson. Pada awalnya, dikatakan bahwa perusahaan cenderung
mengutamakan pendanaan internal untuk membayar dividen dan memdanai investasi,
bila dana yang dibutuhkan kurang maka baru dipergunakan pendanaan ekternal untuk
menutupinya. Pendanaan internal berasal dari sisa laba atau laba ditahan dan arus kas
dari penyusutan (depresiasi). Sedangkan pendanaan ekternal diutamakan dengan
menerbitkan obligasi dibandingkan dengan menerbitkan saham yang baru. Penerbitan
obligasi dipilih karena biaya penerbitan (floatation cost) yang lebih kecil dibandingkan
penerbitan saham baru.
1. Asumsi Dalam Pecking Order Theory
Model pecking order didasari pada empat asumsi mengenai perusahaan, yaitu:
a. Perusahaan pertama kali memilih pendanaan internal dan menggunakan pendanaan
eksternal sebagai pilihan terakhir.
b. Jika diharuskan menggunakan pendanaan eksternal, perusahaan akan memilih ari
sekuritas yang paling aman dari hutang yang rendah risiko sampai yang tinggi
risiko.
c. Kebijakan dividen ketat, di mana manajemen perusahaan menetapkan jumlah
pembayaran dividend dan target dividen payout yang tetap dalam periode tertentu,
tanpa memandang perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.
d. Jika mengalami kekurangan kas, perusahaan akan mengambil dari portofolio
investasi lancar yang tersedia pertama kali.
2. Asumsi Mengenai Manajer Perusahaan
Menurut Myers dan Maljuf (1984) ada 2 asumsi mengenai manajer
perusahaan,yaitu :
a. Manajer perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai kondisi perusahaan
daripada pihak luar.
b. Manajer melakukan tindakan terbaik demi para pemegang saham.
Jumat, 28 April 2023
Teori Pecking Order
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar