Sabtu, 15 April 2023

Indikator dan Dimensi Stres Kerja

Adapun beberapa Indikator dari stres kerja menurut Handoko
(2008) yaitu:
1) Beban kerja berlebihan
Setiap karyawan memiliki standar kemampuan dan tenaga
yang terbatas. Untuk memberikan kualitas kerja yang baik
diperlukan waktu penyelesaian yang cukup dan sesuai, tidak
terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Karyawan dengan beban
kerja yang berlebih cenderung akan merasa bekerja dibawah
tekanan dan akan merasa kelelahan hal tersebut dapat
menyebabkan terjadinya stres kerja. Karyawan yang merasakan
stres kerja cenderung ulit untuk fokus terhadap pekerjaan.
2) Tekanan atau desakan waktu
Setiap karyawan membutuhkan waktu untuk bisa melakukan
proses penyesuaian terhadap pekerjaan yang di berikan. Untuk
mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal di butuhkan waktu
yang cukup. Bekerja dibawah tekanan waktu akan menyebabkan
karyawan merasakan kegelisan dan kecemasan. Secara tidak
langsung hal tersebut dapat menganggu pikiran dan konsentrasi
kerja yang dapat membuat karyawan mengalami stres kerja.
3) Kualitas supervisi yang jelek
Untuk mencapai tujuan perusahaan di perlukan pemimpin
yang dapat memberi contoh dan memberikan perlakuan yang baik
terhadap karyawanya. Pemimpin yang memiliki gaya
kepemimpinan otoriter akan terkesan kaku dan memberikan tugas
secara dikte dan tidak menerima masukan atau saran dari
karyawanya. Hal tersebut dapat mendorong terjadinya stres kerja
dimana karyawan akan merasa bekerja dibawah tekanan dan jika
dihadapkan dengan kesulitan karyawan cenderung akan merasa
sungkan dan takut untuk bertanya. Pimpinan yang buruk lebih
berfokus terhadap hasil yang di dapatkan tanpa memandang
proses untuk menyelesaikanya.
Berikut merupakan dimensi dari stres kerja menurut Siagian
(2016) adalah :
1) Beban tugas yang terlalu berat
Setiap orang memiliki porsi dan kemampuan kerja yang
terbatas, jika seorang karyawan dibebani dengan tanggungan
yang lebih besar dari kemampuan dan keahlianya maka karyawan
tersebut akan merasakan kesulitan dan menganggap pekerjaanya
sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Jika seseorang tidak
merasa nyaman dengan pekerjaanya maka orang tersebut
cenderung mudah untuk mengalami stres kerja.
2) Desakan waktu
Untuk sebuah hasil kerja yang maksimal dbutuhkan juga
waktu yang sepadan untuk menyelesaikanya. Pekerjaan dengan
waktu yang terbatas akan membuat karyawan merasakan tertekan
dan menimbulkan kegelisahan yang berupa perasaan takut tidak
dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah di
tetapkan. Kecemasan tersebut akan mendorongterjadinya stres
kerja
3) Penyelia yang kurang baik
Penyelia seharusnya mampu merangkul dan membimbing
karyawanya dalam menyelesaikan setiap tugasnya, penyelia yang
tidak baik akan membuat karyawan merasakan bekerja di bawah
tekanan yang secara tidak langsung membuatnya tegang dan
tidak merasa nyaman dalam bekerja. Hal tersebut dapat
mengganggu kondisi psikologis seorangkaryawan yang bila terus
terjadi dapat menyebabkan terjadinya stres kerja.
4) Iklim kerja yang menyebabkan tidak aman
Iklim kerja yang tidak aman akan menyebabkan keresahan
bagi para karyawan dalam sebuah perusahaan. Pikiran mereka
akan terganggu dengan berbagai macam ketakutan. Pikiran yang
seharusnya fokus untuk bekerja menjadi terbagi karena adanya
rasa ketidak amanan tersebut. Apabila karyawan merasakan
ketidak amanan maka hal tersebut akan meningkatkan stres kerja
yang dialami oleh karyawan.
5) Kurangnya informasi dari umpan balik tentang prestasi kerja
seseorang
Setiap orang menginginkan perjalanan karir dan prestasi
kerja yang mampu memberikan keuntungan di masa yang akan
mendatang. Dalam berkarir, seseorang membutuhkan pengakuan,
apresiasi dan timbal balik atas usaha yang telah dilakukanya. Jika
seseorang tidak mendapatkan hal tersebut dalam pekerjaanya
maka hal tersebut mampu membuatnya kehilangan arah dan
merasakan kebingungan mengenai kinerjanya. Hal tersebut dapat
membuat karyawan resah dan memikirkanya secara berlebihan
yangdapat memicu terjadinya stres kerja.
6) Ketidak seimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
Ketidak seimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
akan merancukan peranan keadilan dalam sebuah perusahaan
yang mampu mendorong adanya rasa resah pada setiap karyawan
atas perlakuan yang tidak adil.
7) Ketidak jelasan peranan karyawan dalam keseluruhan kegiatan
organisasi
Ambiguitas peran karyawan di tempat kerja mampu
membuat karyawan merasakan adanya beban kerja yang berlebih
yang akan memicu adanya ketidak adilan antar karyawan.
Ketidak jelasan peran akan membuat karyawan merasakan
kebingungan atas pekerjaan yang harus
dipertanggungjawabkanya.
8) Frustasi yang ditimbulkan oleh intervensi pihak lain yang terlalu
sering sehingga orang merasa terganggu konsentrasinya.
Rasa frustasi yang diakibatkan dari pekerjaan cenderung
akan membagi pikiran karyawan, karyawan yang meraakan
frustasi akan kesulitan untuk fokus terhadap pekerjaan dan
menganggu kinerjanya yang akan memicu terjadinya stres kerja.
9) Konflik antara karyawan dengan pihak lain di dalam dan luar
kelompok kerjanya
10) Perbedaan sistem nilai yang dianut oleh karyawan dan yang
dianut oleh organisasi dan perubahan yang terja yang pada
umumnya meninggalkan ketidak pastian.

Tidak ada komentar: