Kadarisman (2013:269) menyatakan bahwa, adapun model pemberdayaan
yang menjadi indikator pemberdayaan karyawan adalah sebagai berikut:
1) Desire. Tahap pertama dalam empowerment adalah adanya keinginan dari
manajemen untuk mendelegasikan dan melibatkan pekerja.
2) Trust. Setelah adanya keinginan dari manajemen untuk melakukan pemberdayaan,
langkah selanjutnya adalah membangun kepercayaan antara manajemen dan
karyawan.
3) Confident. Setelah adanya rasa saling percaya dapat menimbulkan rasa percaya
diri karyawan dengan menghargai terhadap kemampuan yang dimiliki oleh
karyawan.
4) Creadibility. Menjaga kredibilitas dengan penghargaan dan mengembangkan
lingkungan kerja yang mendorong kompetisi yang sehat sehingga tercipta
organisasi yang memiliki performance yang tinggi.
5) Accountability. Adalah pertanggungjawaban karyawan pada wewenang yang
diberikan.
6) Communication. Adalah adanya komunikasi terbuka untuk menciptakan saling
memahami antara karyawan dan manajemen.
Pada penelitian Parameswari (2014) disebutkan bahwa, indikator dari
pemberdayaan karyawan adalah sebagai berikut:
1) Sense of meaning. Peran karyawan dalam bekerja yang ditunjukkan dengan
keterlibatan mereka secara langsung pada setiap lini untuk berpartisipasi dalam
proses perencanaan.
2) Sense of competence. Dalam hal ini, para karyawan yakin dan percaya diri
terhadap kemampuan maupun keahlian yang mereka miliki, sehingga dapat
diwujudnyatakan dalam melaksanakan pekerjaan.
3) Sense of self-determination. Sikap yang ditunjukkan oleh karyawan untuk
menentukan pilihan yang sesuai atau dianggap mewakili dirinya dalam bekerja di
organisasi.
4) Sense of impact. Dampak yang dirasakan dari cara kerja seorang karyawan, yang
dapat mempengaruhi hasil kerja rekan kerjanya maupun lingkungan kerja yang
bersangkutan.
Jumat, 14 April 2023
Indikator Pemberdayaan Karyawan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar