Terdapat beberapa teori yang berkenan dengan keputusan pendanaan
diantaranya yaitu, agency approach, trade-off theory, pecking order theory.
a. Teori Keagenan (Agency Approach)
Menurut Agency Approach, penggunaan hutang cara untuk mengurangi konflik
keagenan yang terjadi antara pemegang hutang dengan manajer. Jika hutang
meningkat, maka konflik antara keduanya akan semakin meningkat, karena potensi
kerugian yang dialami oleh pemegang hutang akan semakin meningkat. Dalam
situasi tersebut, pemegang hutang akan lebih meningkat pengawasannya terhadap
perusahaan. Pengawasan itu bisa dilakukan dalam bentuk biaya-biaya pengawasan,
seperti persyaratan lebih ketat dan bisa juga dalam bentuk kenaikan tingkat bunga.
b. Trade-Off Theory
Menurut Mamduh M. Hanafi (2016:309) :
“Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa
menggunakan utang sebanyak-banyaknya. Satu hal yang terpenting adalah
dengan semakin tingginya utang, akan semakin tinggi kemungkinan
(profitabilitas) kebangkrutan.”
Menurut Mamduh M. Hanafi (2016:313) bahwa teori trade-off mempunyai
implikasi bahwa manajer akan berfikir dalam kerangka trade-off antara
penghematan pajak dan biaya kebangkrutan dalam penentuan struktur modal.
Kesimpulan dari trade-off theory adalah penggunaan hutang akan
meningkatkan nilai perusahaan tetapi hanya sampai titik tertentu saja. Meskipun
model ini tidak dapat menentukan secara baik dan jelas struktur modal yang
optimal, namun model tersebut memberikan kontribusi penting yaitu:
1) Perusahaan yang memiliki aktiva yang tinggi, sebaiknya menggunakan
sedikit hutang.
2) Perusahaan yang membayar pajak tinggi sebaiknya lebih banyak
menggunakan hutang dibandingkan dengan perusahaan yang membayar
pajak rendah.
c. Pecking Order Theory
Pecking order theory merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh suatu
perusahaan untuk mencari tambahan dana dengan cara menjual aset yang
dimilikinya. Seperti menjual gedung (build), tanah (land), peralatan (inventory)
yang dimilikinya dan aset-aset lainnya, termasuk dana yang berasal dari laba
ditahan (retained earnings).
Pada kebijakan packing order theories artinya perusahaan melakukan
kebijakan dengan cara mengurangi kepemilikan aset yang dimilikinya karena
dilakukan kebijakan penjualan. Dampak lebih jauh perusahaan akan mengalami
kekurangan aset karena dipakai untuk membiayai rencana aktivitas perusahaan baik
yang sedang maupun yang akan.
Menurut Modigiliani dan Miller dalam Irham Fahmi (2017:190) bahwa
penggunaan utang akan selalu menguntungkan apabila dibandingkan dengan
penggunaan modal sendiri, terutama dengan meminjam ke perbankan. Karena
pihak perbankan dalam menetapkan tingkat suku bunga adalah berdasarkan acuan
dalam melihat perubahan dan berbagai persoalan dalam perekonomian suatu
negara. Yaitu dengan menghubungkan antara tingkat inflasi dengan presentase
pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan.
Sabtu, 29 April 2023
Teori Keputusan Pendanaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar