Jumat, 28 April 2023

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal


Menurut Brigham & Houston (2013:188) terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi keputusan struktur modal yaitu :
1. Stabilitas Penjualan
Suatu perusahaan yang penjualannya relatif stabil dapat secara aman
mengambil utang dalam jumlah yang lebih besar dan mengelurakan beban tetap
yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang penjualannya tidak stabil.
2. Struktur Aset
Perusahaan yang asetnya memadai untuk digunakan sebagai jaminan
pinjaman cenderung akan cukup banyak menggunakan utang. Aset umum dapat
digunakan oleh banyak perusahaan dapat menjadi jaminan yang baik, sementara 
tidak untuk aset dengan tujuan khusus. Jadi perusahaan real estate biasanya
memiliki leverage yang tinggi sementara perusahaan yang terlibat dalam bidang
pendidikan teknologi, hal seperti ini tidak berlaku.
3. Leverage Operasi
Perusahaan dengan leverage operasi yang lebih rendah akan lebih mampu
menerapkan leverage keuangan karena perusahaan tersebut akan memiliki risiko
usaha yang lebih rendah.
4. Tingkat Pertumbuhan
Jika hal lain dianggap sama, maka perusahaan yang memiliki pertumbuhan
lebih cepat harus lebih mengandalkan diri pada modal eksternal. Selain itu, biaya
emisi yang berkaitan dengan penjualan saham biasa akan melebihi biaya emisis
yang terjadi ketika perusahaan menjual utang, mendorong perusahaan yang
mengalami pertumbuhan pesat untuk lebuh mengandalkan diri pada utang.
Namun, pada waktu yang bersamaan perusahaan tersebut seringkali menghadapi
ketidakpastian yang lebih tinggi, cenderung akan menurunkan keinginan mereka
untuk menggunakan utang.
5. Profitabilitas
Sering kali diamati bahwa perusahaan dengan tingkat pengembalian atas
investasi yang sangat tinggi ternyata menggunakan utang dalam jumlah yang
relatif sedikit. Salah satu penjelasan praktisnya adalah perusahaan yang
menguntungkan seperti Intel, Microsoft dan Coca-Cola tidak membutuhkan
pendanaan utang terlalu banyak. Tingkat pengembalian yang tinggi 
memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut melakukan sebagian besar
pendanaannya melalui dana yang dihasilkan secara internal.
6. Pajak
Bunga merupakan suatu beban pengurang pajak, dan pengurangan ini lebih
bernilai bagi perusahaan dengan tarif pajak tinggi. Jadi makin tinggi tarif suatu
pajak suatu perusahaan, maka makin besar keunggulan dari utang.
7. Kendali
Pengaruh utang dibandingkan saham pada posisi kendali suatu perusahaan
dapat mempengaruhi struktur modal. Jika manajemen saat ini memiliki kendali
hak suara (lebih dari 50 persen saham) tetapi tidak berada dalam posisi untuk
membeli saham tambahan lagi, maka manajemen mungkin akan memilih utang
sebagai pendanaan baru. Pertimbangan kendali dapat mengarah pada penggunaan
baik itu utang maupun ekuitas karena jenis modal yang memberikan perlindungan
terbaik kepada manajemen akan bervariasi dari suatu situasi ke situasi lain.
8. Sikap Manajemen
Manajemen dapat melaksanakan pertimbangannya sendiri tentang struktur
modal yang tepat. Beberapa manajemen cenderung lebih konservatif
dibandingkan yang lain, dan menggunakan utang dalam jumlah yang lebih kecil
dibandingkan dengan rata-rata perusahaan di dalam industrinya, sementara
manajemen yang agresif menggunakan lebih banyak utang dalam usaha mereka
untuk mendapatkan laba yang lebih tinggi. 
9. Sikap Pemberi Pinjaman dan Lembaga Pemeringkat
Tanpa mempertimbangkan analisis manajemen terdiri atas sektor leverage
yang tepat bagi perusahaan, sikap pemberi pinjaman dan lembaga pemeringkat
sering kali akan mempengaruhi kepuasan struktur keuangan. Perusahaan sering
kali membahas struktur modalnya dengan pihak pemberi pinjaman dan lembaga
pemeringkat serta sangat memperhatikan saran mereka.
10. Kondisi Pasar
Kondisi pasar saham dan obligasi mengalami perubahan dalam jangka
panjang maupun jangka pendek yang dapat memberikan arah penting pada
struktur modal optimal suatu perusahaan. Perusahaan berperingkat rendah yang
membutuhkan modal terpaksa pergi ke pasar saham atau pasar utang jangka
pendek, tanpa melihat sasaran struktur modalnya. Namun, ketika kondisi
melonggar perusahaan-perusahaan ini menjual obligas jangka panjang untuk
mengembalikan struktur modalnya kembali pada sasaran.
11. Kondisi Internal Perusahaan
Kondisi internal suatu perusahaan sendiri juga dapat berpengaruh pada
sasaran struktur modalnya. Perusahaan dapat menjual penerbitan saham biasa,
menggunakan hasilnya untuk melunasi utang, dan kembali pada sasaran
modalnya.
12. Fleksibilitas Keuangan
Fleksibilitas keuangan atau kemampuan untuk menghimpun modal dengan
persyaratan yang wajar dalam kondisi yang buruk. Potensi kebutuhan akan dana
di masa depan dan konsekuensi kekurangan dana akan mempengaruhi sasaran 
struktur modal, makin besar kemungkinan kebutuhan modal dan makin buruk
konsekuensi jika tidak mampu untuk mendapatkannya, maka makin sedikit
jumlah utang yang sebaiknya ada di neraca perusahaan.

Tidak ada komentar: