Sengupta dkk. (2015) mengemukakan bahwa perilaku keuangan muncul
sebagai cabang dari psikologi sosial yang menangkap sisi manusiawi dalam
pengambilan keputusan. Lebih lanjut Alquraan dkk. (2016) menjelaskan bahwa
behavioral finance berupaya memahami bagaimana sentimen dan psikologi
investor memengaruhi keputusan investasi. Pada umumnya investor sering
melakukan kesalahan dalam keputusan keuangan berdasarkan emosi sesaat.
Alquraan dkk. (2016) pada penelitiannya menyatakan bahwa ada empat sikap atau
perilaku investor yang dapat memengaruhi keputusan investasi, yakni
overconfidence, risk perception, loss averse, dan herding. Hal ini selaras dengan
penelitian Putri dan Isbanah (2020) mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan investor di Surabaya. Mereka menemukan bahwa perilaku herding
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi, disebabkan oleh
tingginya tingkat herding yang mengakibatkan investor lebih mengikuti keputusan
mayoritas investor lainnya dengan tujuan mengurangi risiko dan meningkatkan
return dalam pengambilan keputusan investasi. Herding behavior adalah perilaku
ikut-ikutan yang dilakukan oleh seorang investor terhadap investor lainnya
dengan berbagai alasan dan kondisi.
Perilaku keuangan investor ritel di era pandemi menjadi salah satu pilar
penting dalam peningkatan jumlah investor ritel di bursa. Perilaku tersebut
melandasi bagaimana cara investor dalam mengambil keputusan.
Sabtu, 29 April 2023
Teori Perilaku Keuangan (behavioral finance)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar