Sistem pengukuran kinerja ini dapat meningkatkan kinerja, karena sistem
pengukuran kinerja memfokuskan upaya pada tujuan pencapaian, perhatian
berkonsentrasi pada proses kritis, pengorbanan untuk memastikan optimal
keputusan, dan membantu manajer belajar tentang strategi dan kinerja (Kaplan
dan norton 1996, Epstein dan Manzoni 1998, Atkinson dan Epstein 2000). Teori
Psikologis menunjukkan bahwa manajer akan bekerja dengan baik ketika mereka
mempunyai tujuan yang jelas atas apa pekerjaan yang harus dilakukan. Kejelasan
target dan operasional akhirnya dapat dilihat dari unsur SPK yaitu KPI (llgen et al
1979, Locke, Shaw, Saari dan Latham 1981).
Penyatuan alat ukur yang meliputi rantai nilai sebuah organisasi diyakini dapat
membantu manajer untuk memahami hubungan lintas fungsional yang
mengarahkan pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang lebih
baik dan tepat (Banker et al, 2002). Sistem pengukuran kinerja juga menyediakan
informasi yang relevan diperoleh dari alat ukur kinerja yang mencakup aspek
keuangan dan non keuangan. Dengan cara ini sistem pengukuran kinerja dapat
memandu proses pengambilan keputusan dan membantu mengevaluasi keputusan
di masa lalu (Malina dan Selto, 2001).
Kren (1992), menyatakan bahwa informasi yang berkaitan dengan pekerjaan dapat
meningkatkan kinerja karena informasi kinerja memberikan para manajer prediksi
yang lebih akurat tentang keadaan lingkungan, sehingga menghasilkan sebuah
pengambilan keputusan alternatif yang lebih baik dengan rangkaian tindakan
efektif dan efisien
Jumat, 14 April 2023
Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terhadap Kinerja Manajerial
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar