Jumat, 14 April 2023

Definisi Pemberdayaan Karyawan


Definisi Pemberdayaan menurut Yulk yang dialihbahasakan oleh
Supriyanto (2009:15) menyatakan:
“Pemberdayaan merupakan motivasi intrinsik dan self-efficacy dari orang yang
terpengaruh oleh perilaku kepemimpinan, karakteristik pekerjaan, struktur
organisasi, dan kebutuhan dan nilai-nilai mereka sendiri.”
Adapun pengertian lain, menurut Kocel (dalam Cavus, 2010), bahwa:
“Pemberdayaan merupakan proses pengambilan keputusan hak dan membantu
karyawan mengembangkan diri dengan bantuan solidaritas, berbagi, dan tim
kerja.”
Selanjutnya, Menurut Kadarisman (2013:249) menyatakan, bahwa:
“Pemberdayaan adalah upaya memberikan otonomi, kepercayaan atasan kepada
bawahan, serta mendorong mereka untuk kreatif agar dapat merampungkan
tugasnya sebaik mungkin. Karyawan atau pegawai diberi keleluasaan untuk
mengambil tindakan-tindakan yang dipandang tepat dalam rangka melayani
pelanggan, termasuk menangani keluhan mereka.”
Srinadi (2014) menyatakan, bahwa:
“Pemberdayaan merupakan proses pemberian wewenang atau otonomi kepada
karyawannya dalam hal mengambil keputusan, mengambil solusi terhadap 
masalah, dan menentukan sendiri cara mereka untuk menyelesaikan
pekerjaannya.”
Menurut pendapat lain yang dikemukakan oleh Debora dalam Fatchur
Rohman dan Novita (2001) dari hasil penelitian Hamdi Harmen dan Karlina Yulia
Ningsih, Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, menyatakan,
“Pemberdayaan psikologis merupakan sebagai konstruk motivasional, kekuasaan
dan kendali digunakan sebagai kondisi kepercayaan yang bersifat motivasional
atau yang mengandung pengharapan dan bersifat normal dalam diri tiap-tiap
individu. Pemberdayaan (empowerment) sering digunakan sebagai pembenaran
daya agar seluruhnya tetap berlangsung dengan baik, mengurangi besarnya resiko
dan untuk mengambil tindakan secara selektif dengan cara yang aman.
Peemberdayaan memungkinkan pemanfaatan kecakapan dan pengetahuan
karyawan sepenuh-penuhnya dan sebenar-benarnya.”

Tidak ada komentar: