Rabu, 02 Agustus 2023

Media Periklanan


Media periklanan adalah sebuah lembaga yang mempunyai
kegiatan usaha menciptakan dan menyelenggarakan media sebagai
alat komunikasi dan penerangan yang ditujukan kepada masyarakat
umum. Beberapa contoh dari lembaga seperti ini adalah perusahaan
penerbitan, surat kabar, majalah, badan-badan penyiaran radio dan
televisi.
Pemilihan media merupakan masalah bagaimana mencari cara
paling efektif dalam menyampaikan sejumlah pesan yang benar-benar
dikehendaki oleh pasar. Sasaran dengan menggunakan biaya yang 
seefisien mungkin. Menurut Basu Swastha (2001) ada beberapa fakor
yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media yang akan digunakan
untuk periklanan yaitu sebagai berikut :
a. Tujuan Periklanan
Dari beberapa tujuan periklanan yang ada, misalnya perusahaan
mengutamakan kecepatan sampainya berita kepada masyarakat
atau pasar (dalam waktu yang relatif pendek, satu atau dua hari).
Untuk mencapai tujuan tersebut akan lebih tepat apabila
perusahaan menggunakan radio atau surat kabar sebagai media
periklanannya.
b. Sirkulasi Media
Sirkulasi media yang akan dipakai harus sesuai atau seluas pola
distribusi produknya, baik distribusi secara geografis maupun
distribusi padsegmen pasar yang dituju. Apabila distribusi
produknya hanya meliputi daerah lokal saja, maka iklan yang
diperlukan cukup dipasang pada radio yang memiliki sirkulasi di
daerah lokal tersebut. Dari segi lain, untuk produk-produk yang
dipasarkan pada segmen pasar tertentu, misalnya produk untuk
wanita, dapat diiklankan melalui majalah kewanitaan.
c. Keperluan Berita
Ada beberapa produk dalam periklanannya perlu disertai
gambar, tidak hanya tulisan. Jadi, berita yang harus disampaikan
dirangkai dengan gambar, misalnya iklan untuk mobil, rumah, 
almari es, mesih jahit dan sebagainya. Untuk makdus tersebut,
manajemen dapat memilih media-media seperti surat kabar,
majalah, televisi, slide di bioskop dan sebagainya.
d. Waktu dan Lokasi Dimana Keputusan Membeli Dibuat
Faktor waktu dan tempat dimana keputusan membeli dibuat juga
memberikan oengaruh dalam pemilihan media yang akan
digunakan. Sering terjadi bahwa setelah seseorang melihat
sebuah iklan, kemudian dalam jangka waktu pendek mengambi
keputusan untuk membeli. Perlu pula diperhatikan bahwa
keputusan yang diambilnya tidak selalu terjadi di rumah, tetapi
dapat terjadi di jalan, di kantor, atau tempat lain. Misalnya untuk
iklan film, manajemen dapat memilih surat kabar sebagai media
periklanannya karena mudah sekali dinikmati oleh seluruh
lapisan masyarakat. Dengan melihat iklan film di surat kabar
yang dipasang di tepi jalan, seseorang yang ingin melihat film
akan cepat mengambil keputusan tentang film mana yang akan
dilihatnya.
e. Biaya Advertensi
Pertimbangan biaya ini dihubungkan dengan jumlah dana yang
tersedia dan sirkulasi media yang akan digunakan. Makin luas
sirkulasi media tersebut, semakin tinggi pula biaya pemasangan
iklannya. Namun tingginya biaya tersebut diimbangi dengan
makin banyaknya jumlah pembaca/pendengar yang akan 
dicapai. Sehingga diharapkan jumlah pembelinya akan semakin
besar.
f. Kerjasama dan Bantuan Promosi yang Ditawarkan oleh Media
Pada umumnya manajemen lebih condong untuk memilih media
yang bersedia mengadakan kerjasama yang baik dan
memberikan bantuan promosi yang lebih besar. Kerjasama
tersebut dapat dilakukan secara terus menerus dengan
memberikan kesempatan pembayaran biaya advertensi kepada
perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
g. Karakteristik Media
Untuk mengambil keputusan tentang media yang akan dipilih,
perlu dipertimbangkan karakteristiknya. Misalnya, radio
merupakan media yang dapat menimbulkan keinginan melalui
telinga, sedangkan surat kabar merupakan media yang dapat
menimbulkan keinginan melalui mata. Apabila iklan yang
disiarkan memerlukan pendengaran, seperti iklan lagu-lagu,
maka media yang lebih tepat adalah radio atau televisi, atau
slide di bioskop. Adapun karakteristik lainnya adalah
fleksibilitas, keawetan dan mutu reproduksinya.
h. Kebaikan dan Keburukan Media
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media
ini adalah faktor kebaikan dan keburukan dari media yang akan 
digunakan. Adapun kebaikan-kebaikan serta beberapa
keburukan media-media yang ada adalah sebagai berikut :
1) Surat kabar
Kebaikan : Biasanya relatif tidak mahal, sangat fleksibel,
dapat dinikmati lebih lama.
Keburukan : Mudah diabaikan, cepat basi.
2) Majalah
Kebaikan : Dapat dinikmati lebih lama, pembacanya lebih
selektif, dapat mengemukakan gambar yang menarik.
Keburukan : Biayanya relatif tinggi, fleksibilitasnya rendah.
3) Televisi
Kebaikan : Dapat dinikmati oleh siapa saja, waktu dan acara
siarannya sudah tertentu, dapat memberikan kombinasi
antara suara dengan gambar yang bergerak.
Keburukan : Biayanya relatif tinggi, hanya dapat dinikmati
sebentar, kurang fleksibel.
4) Radio
Kebaikan : Biayanya relatif rendah, dapat diterima oleh
siapa saja, dapat menjangkau daerah yang luas.
Keburukan : Waktunya terbatas, tidak dapat mengemukakan
gambar, pendengar sering kurang mendengarkan secara
penuh karena melakukan pekerjaan lain.

Tidak ada komentar: