Salah satu return yang akan diperoleh para pemengang saham adalah
dividen. Dividen merupakan bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para
pemengang saham (pemilik modal sendiri). Kebijakan dividen menurut Martono
dan Harjito (2010:253) yaitu merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh
perusahaan pada akhir tahun akan dibagikan kepada pemegang saham dalam
bentuk dividen atau akan ditahan. Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat
dikatan bahwa dividen merupakan proporsi pembagian laba yang diperoleh
perusahaan yang dibagikan kepada para pemengang saham perusahaan.
Rasio pembayaran dividen menentukan jumlah laba dibagi dalam bentuk
dividen kas dan laba yang ditahan sebagai sumber pendanaan. Rasio ini
menunjukkan persentase laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang
saham biasa perusahaan berupa dividen kas. Apabila laba perusahaan yang
ditahan lebih besar, berarti laba yang akan dibayarkan sebagai dividen menjadi
lebih kecil. Aspek penting dari kebijakan dividen adalah menentukan alokasi laba
yang sesuai di antara pembayaran laba sebagai dividen dengan laba yang ditahan
perusahaan. Ketika perusahaan menetapkan suatu kebijakan dan memperhatikan
sejumlah hal, pertimbangan ini harus dikaitkan kembali ke teori pembanyaran
dividen dan penilaian perusahaan. Berikut ini beberapa pertimbangan manajerial
dalam pembayaran dividen menurut Martono dan Harjati (2010:255).
1) Kebutuhan Dana Bagi Perusahaan
2) Likuiditas Perusahaan
3) Kemampuan Untuk Meminjam
4) Pembatasan-pembatasan dalam Perjanjian Utang
5) Pengendalian Perusahaan
Jumat, 25 Agustus 2023
Kebijakan Dividen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar