Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher yang merupakan ekonom
neoklasik berkebangsaan Amerika. Teori tersebut menyatakan bahwa dengan
adanya asimetri informasi antara investor dengan manajemen, maka investor
sebagai pihak luar tidak dapat melihat perilaku manajemen dalam membuat
keputusan investasi sehingga akan melakukan investigasi perilaku manajer
melalui sisi lain.
Menurut Harmono (2009 : 9-10) kebijakan investasi dikatakan layak
dilakukan berdasarkan konsep Balanced Scorecard (BSC), jika :
1. Aspek pasar berkaitan dengan investasi yang akan dilakukan harus visibel
sebagai sarana untuk menyalurkan produk yang akan dihasilkan dari kegiatan
investasi. Misalnya, investasi aktiva tetap berupa mesin dalam rangka
meningkatkan kapasitas produksi.
2. Setelah identifikasi nilai pelanggan dari analisis marketing terpenuhi,
selanjutnya disesuaikan dengan nilai-nilai proses bisnis internal berupa
investasi aktiva tetap mesin sebagai bagian dari aktivitas proses bisnis internal.
3. Melakukan pengelolaan sumber daya manusia untuk melaksanakan
operasionalisasi investasi aktiva tetap mesin secara profesional.
4. Melakukan pencatatan, pendokumentasian semua aktivitas dari ketiga dimensi
pengelolaan BSC melalui pencatat skor dalam bentuk indikator-indikator
kinerja keuangan sebagai dasar evaluasi dan pengendalian aktivitas investasi
dan aktivitas lain yang terkait dalam bisnis perusahaan secara sinergis
Jumat, 25 Agustus 2023
Fisherian’s Theory
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar