Ritel adalah aktifitas atau kegiatan yang berupaya untuk menambah nilai
barang dan jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen (Utami,
2008). Menurut Berman dan Evans (2007), ritel merupakan kegiatan bisnis yang
melibatkan penjualan barang dan jasa kepada pengguna baik pengguna
perorangan maupun rumah tangga. Sedangkan pelaku bisnis ritel yang biasanya
disebut dengan retailer didefinisikan oleh Levy dan Weitz (2012) sebagai reseller
dari barang dan jasa dengan menambahkan nilai dan membuat mereka tersedia
dekat dengan kebutuhan konsumen untuk tempat pembelanjaan akhir.
Online retail adalah suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online
menggunakan media internet untuk memasarkan dan menjual barang maupun
jasa. Toko ritel online berhubungan sangat erat dengan jenis produk, keunikan
pada sebuah produk, dan manfaat dari media internet yang memberikan berbagai
kemudahaan untuk menggunakannya sesuai dengan pendapat dari Hui & Chau
(2002) dan Li & Gerry (2000) dalam Kim et al. (2004). Terdapat dua jenis online
retail atau e-retailers, yaitu :
1. Pure-play e-tailers, sebuah perusahaan yang hanya menjalaskan bisnisnya
melalui online saja dan tidak memiliki toko dalam wujud nyata (seperti
cabang di mall maupun toko fisik), dimana konsumen dapat mengunjungi
toko tersebut untuk membeli produk sehingga konsumen hanya melakukan
transaksi dengan perusahaan tersebut melalui internet saja. Perusahaan
yang bergerak di jangkauan ini harus menemukan cara untuk menarik
konsumen dan melayani kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Adanya
kemudahan layanan internet, perusahaan dalam skala kecil dapat dengan
mudah masuk dan bersaing dengan perusahaa besar yang sudah punya
nama. Toko ritel yang hanya berbasis online ini juga dapat menurunkan
biaya operasional dan biaya pemasaran.
2. Bricks and clicks e-tailers, yaitu sebuah perusahaan yang
mengintegrasikan kedua aspek offline (bricks) dan online (clicks), yang
biasa disebut dengan clicks and mortar. Perusahaan jenis ini
mengoperasikan bisnisnya melalui online dan juga memiliki toko offline
dimana konsumen dapat mengunjunginya secara nyata. Misalnya,
perusahaan menyediakan layanan bagi pelanggan untuk memesan secara
online dan mengambil barangnya di toko terdekat, atau sebaliknya.
Minggu, 20 Agustus 2023
Konsep Retail
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar