Minggu, 20 Agustus 2023

Hubungan antara waktu pengembalian dengan persepsi keadilan


Tingginya pembatasan pengembalian akan menyebabkan resiko tersendiri,
kemungkinan besarnya adalah kehilangan pelanggan, dilihat dari mudahnya
kebijakan pengembalian barang yang merupakan bagian dari proposisi nilai yang
dilakukan peritel (Dholakia et al., 2005). Salah satunya berapa lama peritel
memberi kesempatan pelanggan mengembalikan barangnya jika tidak puas.
Dampaknya adalah kebijakan pemberian tenggang waktu pengembalian tersebut
dianggap adil oleh konsumen jika halnya dilakukan dengan pengembalian barang
sekaligus penukaran langsung. Selain itu pada e-retailers tertentu total biaya
pengiriman kembali barang tersebut diganti sampai dengan 30% oleh pihak ritel. 
Kelonggaran waktu yang diberikan e-retailers menjadi pertimbangan pelanggan
dalam membeli produk online termasuk dengan ketentuan lainnya seperti
pengembalian dengan tanda terima, pengembalian sesuai dengan kemasan asli di
awal terima, dan lainnya (Davis et al., 1998)

Tidak ada komentar: