Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy. Alasannya karena
adanya pembayaran pajak terhadap dividen dan capital gain, para investor
lebih menyukai capital gain karena dapat menunda pembayaran pajak.
Tax preference theory menyatakan bahwa kebijakan dividen mempunyai
pengaruh negatif terhadap harga pasar saham perusahaan. Hal ini berarti
semakin besar jumlah dividen yang dibagikan suatu perusahaan semakin
rendah harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan. Hal ini terjadi jika
ada perbedaan antara tarif pajak personal atas pendapatan dividen dan capital
gain. Apabila tarif pajak dividen lebih tinggi daripada pajak capital gain, maka
investor akan lebih senang jika laba yang diperoleh perusahaan tetap ditahan di
perusahaan, untuk mendanai investasi yang dilakukan perusahaan. Dengan
demikian di masa yang akan datang diharapkan terjadi peningkatan capital
gain yang tarif pajaknya lebih rendah. Apabila banyak investor yang memiliki
pandangan demikian, maka investor cenderung memilih saham-saham dengan
dividen kecil dengan tujuan untuk menghindari pajak.
Teori ini adalah teori yang mengemukakan bahwa investor menghendaki
pembayaran dividen yang rendah. Hal ini dikarenakan dividen dikenakan
pajak, sehingga banyak investor tidak menghendaki pembayaran dividen yang
tinggi.
Berdasarkan ketiga teori diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh
kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan tergantung dari kelompok pemegang
saham. Kelompok saham yang suka kepastian akan lebih menyukai dividen
daripada capital gain yang belum pasti akan diperoleh, kelompok ini lebih
menyukai posisi aman. Kelompok pemegang saham lainnya yang bertujuan untuk
menghindari pajak yang tinggi akan lebih menyukai menahan sebagian labanya
untuk mendanai investasi yang dilakukan perusahaan. Kelompok yang terakhir
yaitu pemegang saham yang tidak peduli terhadap pembagian dividen, sehingga
tidak ada biaya transaksi dan pajak. Namun kelompok ini sangat jarang terjadi
karena pada kehidupan nyata investor tetap memperhitungkan perolehan dividen
baik besar maupun kecil, sehingga akan mempengaruhi nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan diatas, didukung juga oleh teori efek klien
(Clientele Effect Theory) menurut Agnes Sawir (2004 : 148) yang menyatakan
bahwa kelompok pemegang saham yang memiliki preferensi berbeda terhadap
kebijakan dividen perusahaan. Kelompok pemegang saham yang membutuhkan
penghasilan saat ini lebih menyukai dividend payout ratio yang tinggi.
Sebaliknya, kelompok pemegang saham yang tidak begtu membutuhkan uang saat
ini lebih senang jika perusahaan menahan sebagian laba bersihnya.
Menurut Modgliani dan Miller (MM), efek klien ini tidak menunjukkan
bahwa dividen besar lebih baik daripada dividen kecil atau sebaliknya. Efek klien
ini hanya memperlihatkan bahwa bagi sekelompok pemegang saham, kebijakan
dividen tertentu lebih menguntungkan mereka (Agnes Sawir 2004 : 148)
Jumat, 25 Agustus 2023
Teori Perbedaan Pajak (Tax Preference Theory)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar