Kamis, 28 Oktober 2021

Teori Pensinyalan (Signalling Theory) (skripsi dan tesis)


Signalling theory menekankan kepada pentingnya informasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar
perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi semua investor dan
pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan,
catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan
masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan
bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat
waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis
untuk mengambil keputusan investasi.
Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan
memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika
pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan
bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar
(Jogiyanto,2000: 392).
Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku pasar sudah
menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu
menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai signal baik
(good news) atau signal buruk (bad news). Jika pengumuman informasi
tersebut sebagai sinyal baik bagi investor, maka terjadi perubahan dalam
volume perdagangan saham.
Menurut Sharpe (1997: 211) dan Ivana (2005:16), pengumuman
informasi akuntansi memberikan signal bahwa perusahaan mempunyai
prospek yang baik di masa mendatang (good news) sehingga investor tertarik 
untuk melakukan perdagangan saham, dengan demikian pasar akan bereaksi
yang tercermin melalui perubahan dalam volume perdagangan saham. Dengan
demikian hubungan antara publikasi informasi baik laporan keuangan, kondisi
keuangan ataupun sosial politik terhadap fluktuasi volume perdagangan saham
dapat dilihat dalam efisiensi pasar.
Salah satu jenis informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dapat
menjadi sinyal bagi pihak di luar perusahaan, terutama bagi pihak investor
adalah laporan tahunan. Informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan
dapat berupa informasi akuntansi yaitu informasi yang berkaitan dengan
laporan keuangan dan informasi non-akuntansi yaitu informasi yang tidak
berkaitan dengan laporan keuangan. Laporan tahunan hendaknya memuat
informasi yang relevan dan mengungkapkan informasi yang dianggap penting
untuk diketahui oleh pengguna laporan baik pihak dalam maupun pihak luar.
Investor memerlukan informasi untuk mengevaluasi risiko relatif setiap
perusahaan sehingga dapat melakukan diversifikasi portofolio dan kombinasi
investasi dengan preferensi risiko yang diinginkan. Jika suatu perusahaan
ingin sahamnya dibeli oleh investor maka perusahaan harus melakukan
pengungkapan laporan keuangan secara terbuka dan transparan.
Pengungkapan corporate social responsibility (CSR) dengan konsep yang
didasarkan pada teori pensinyalan, diharapkan bisa berfungsi sebagai alat
memberikan keyakinan kepada investor bahwa mereka akan menerima
informasi yang lengkap, akurat, relevan, dan tepat waktu untuk mengambil
keputusan. Selain itu pengungkapan CSR juga sangat berkaitan dengan
bagaimana membuat para investor yakin bahwa pengumuman informasi akuntansi memberikan signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang
baik (good news) di masa mendatang sehingga keputusan untuk berinvestasi
akan lebih baik. Pengungkapan CSR yang tinggi berdampak terhadap biaya
yang dikeluarkan. Biaya yang dimaksud yaitu biaya modal ekuitas yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk pengungkapan informasi bagi publik.

Tidak ada komentar: