Kamis, 28 Oktober 2021

Nilai Saham (skripsi dan tesis)


Nilai saham merupakan komponen atau konsep yang berhubungan dengan
saham. Memahami konsep nilai ini merupakan hal yang perlu dan berguna, karena
dapat digunakan untuk mengetahui saham-saham mana yang bertumbuh (growth)
dan yang murah (undervalued). Secara garis besar nilai saham terbagi atas 3 jenis
(Hartono, 2012: 121-124): 
1. Nilai buku (book value) dan nilai-nilai lain yang berhubungan
Nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan perusahaan
emiten. Untuk menghitung nilai buku suatu saham, beberapa nilai yang
berhubungan dengannya perlu diketahui, seperti:
a. Nilai nominal/nilai pari (par value)
Nilai nominal dari suatu saham merupakan nilai kewajiban yang
ditetapkan untuk tiap-tiap lembar saham. Kepentingan dari nilai
nominal adalah untuk kaitannya dengan hukum dan akuntansi.
b. Agio saham (additional paid-in capital atau excess of par value)
Agio saham merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham
kepada perusahaan dengan nilai nominal sahamnya.
c. Nilai modal yang disetor (paid-in capital)
Nilai modal disetor merupakan total yang dibayar oleh pemegang
saham kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham
preferen atau dengan saham biasa. Nilai modal disetor merupakan
penjumlahan total nilai nominal ditambah dengan agio saham.
d. Laba yang ditahan (retained earnings)
Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang
saham. Laba yang tidak dibagi ini diinvestasikan kembali ke
perusahaan sebagai sumber dana internal.
e. Nilai buku per lembar saham menunjukkan aktiva bersih (net assets)
yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar
saham. 
2. Nilai pasar (market value)
Nilai pasar merupakan nilai saham di pasar saham. Nilai pasar adalah
harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan
oleh pelaku pasar. Nilai pasar ini ditentukan oleh permintaan dan
penawaran saham bersangkutan di pasar bursa.
3. Nilai intrinsik (intrinsic value)
Nilai intrinsik atau nilai fundamental adalah nilai sebenarnya dari saham.
Nilai intrinsik merupakan harga wajar saham yang mencerminkan harga
saham yang sebenarnya. Nilai intrinsik ini merupakan nilai sekarang dari
semua arus kas di masa mendatang (yang berasal dari capital gain dan
dividen) (Martalena & Malinda, 2011: 57). Dua macam analisis yang
banyak digunakan untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham adalah
analisis sekuritas fundamental (fundamental security analysis) atau
analisis perusahaan (company analysis) dan analisis teknis (technical
analysis) (Hartono, 2012: 130-131).
Dengan mengetahui nilai buku dan nilai pasar, pertumbuhan perusahaan
dapat diketahui. Pertumbuhan perusahaan (growth) menunjukkan investment
opportunity set (IOS) atau set kesempatan investasi di masa datang. Perusahaan
yang bertumbuh mempunyai rasio lebih besar dari nilai satu yang berarti pasar
percaya bahwa nilai pasar perusahaan tersebut lebih besar dari nilai bukunya
(Hartono, 2012: 121).

Tidak ada komentar: