Menurut Suliyanto (2010), Tahapan – tahapan dalam
melaksanakan studi kelayakan bisnis antara lain :
a. Penemuan ide
Produk yang dibuat haruslah laku dijual dan menguntungkan. Oleh
karena itu, penemuan ide terhadap kebutuhan pasar dan jenis produk dari
proyek harus dilakukan. Dimana produk yang dibuat untuk memenuhi
kebutuhan pasar yang masih belum dipenuhi. Pendistribusian yang tidak
merata atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen dapat
menimbulkan ide-ide usah auntguk menyempurnakan produk ataupun
menciptakan produk baru.
Kemudian dengan memperhatikan potensial konsumen terutama
needs dan wants mereka, maka dapat menimbulkan ide-ide usaha baik
untuk produk baru ataupun perbaikan dari produk yang perbaikan dari
produk yang sudah ada.
b. Tahapan Penelitian
Dimulai dengan mengumpulkan data, lalu mengolah data
berdasarkan teori yang relevan, menganalisis dan menginterpresentasikan
hasil pengolahan data dengan alat analisis yang sesuai, menyimpulkan
hasil sampai pada pekerjaan membuat laporan hasil penelitian tersebut.
Melalui penelitian memungkinkan timbulnya gagasan produk baru atau
perbaikan dari produk yang sudah ada.
c. Tahap Evaluasi
Mengevaluasi usulan usaha yang didirikan. Apakah masih terdapat
factor-faktor yang belum dianalisa dan perlu dilakukan penyempurnaan
sebelum usaha dilakukan. Mengalami kemandegan dalam sebuah usaha
tertentu yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki. Tentu setiap orang
menginginkan selalu mengalami kemajuan usaha dari waktu ke waktu.
Kemandegan dan stagnasi usaha terkadang menjadi sesuatu hal
yang tidak bisa dihindarkan, bahkan terkadang harus mundur beberapa
tahap. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi usaha kita, pasar
yang mulai lesu, persaingan yang makin ketat, produktifitas menurun,
biaya produksi yang meningkat dan lain-lain. Bagaimana agar usaha
selalu mengalami kemajuan, atau paling tidak tidak surut ke belakang.
Setelah rencana binis yang kita buat dengan baik apakah sudah cukup ?
itulah pentingnya perlu melakukan evaluasi dan monitoring sebelum
dilakukan sebuah usaha.
d. Tahap Pengurutan
Setelah melakukan evaluasi, akan muncul usulan yang secara awal,
layak dipertimbangkan untuk direalisasikan. Bisa dilanjutkan dengan
membuat prioritas dari sekian banyak rencana bisnis yang sudah
dievaluasi. Dengan membuat skala prioritas, maka kita akan dapat
mengatur alur pergerakan perjalanan usaha dengan lebih baik.
e. Tahapan Rencana Pelaksanaan
Setelah tahap pengurutan, langkah selanjutnya ialah menentukan
jenis pekerjaan, waktu yang dibutuhkan untuk jenis pekerjaan, jumlah
dan kuallifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan sumber daya
lain, kesiapan manajemen, dan kondisi operasional serta pelaksanaan
yang sekiranya perlu direncanakan.
Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran secara jelas tentang
pelaksanaan usaha atau bisnis dan rencana kerja pembangunan usaha
atau bisnis agar sesuai dengan tahapan pengurutan. Dengan begitu,
perencanaan dapat stay on track dan mengikuti alur yang sudah dibuat.
f. Tahap Pelaksana
Setelah semua pekerjaan telah selesai disiapkan, tahap berikutnya
adalah merealisasikan pembangunan usaha tersebut. Dengan pedoman
yang sudah dibuat sebelumnya, yang dimulai dari pengumpulan ide,
dilanjutkan analisa dan penelitian kemudian dievaluasi dan diurutkan.
Setelah itu dibuat perencanaan, maka ditahap ini kita sudah memiliki
gambaran yang dapt membuat kita lebih percaya diri dalam memulai
usaha dan bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar