Pada tahun 2000 dilakukan penelitian mengenai praktik manajemen
laba yang dilakukan oleh manajemen di Amerika Serikat dan
mengidentifikasi penyebab auditor membiarkan manajemen laba tanpa di
koreksi. Telah dilakukan penelitian pada kantor akuntan publik yang
tergolong the big five dengan pemakaian data 526 kasus manajemen laba,
dan dapat disimpulkan bahwa: (1) 60% dari sampel telah melakukan usaha
manajemen laba yang berdampak pada meningkatnya laba tahun berjalan,
sisanya 40% berdampak pada penurunan laba, (2) manajemen laba yang
paling banyak dilakukan adalah yang berkaitan dengan cadangan
(reserve), kemudian berdasarkan urutan frekuensi kejadian adalah
pengakuan pendapatan, penggabungan badan usaha (business
combination), aktiva tidak berwujud, aktiva tetap, investasi, sewa guna
usaha (Nelson et al, 2000 dalam Dhiba, 2011).
Ada tidaknya manajemen laba dapat dideteksi dengan cara
pengukuran atas akrual. Total akrual adalah selisih antara laba dan arus
kas yang berasal dari aktivitas operasi. Total akrual dapat dibedakan
menjadi dua bagian, yaitu: (1) normal accruals atau nondiscretionary
accruals adalah bagian akrual yang sewajarnya ada dalam proses
penyusunan laporan keuangan, dan (2) abnormal accruals atau
discretionary accruals adalah bagian akrual yang merupakan manipulasi
data akuntansi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar