Untuk memperkuat struktur modal suatu perusahaan kita dapat
melihat dari segi sumber-sumber dana perusahaan. Jika kebutuhan dana
perusahaan untuk membiayai aktivitas yang bersifat jangka pendek maka
akan lebih baik jika diambil dari yang bersumber pengeluaran jangka
pendek (short term expenditures) dan jika untuk membiayai aktivitas
yang bersifat jangka panjang maka akan lebih baik diambil dari yang
bersumber pengeluaran jangka panjang (long term expenditures).
1) Sumber dana untuk Pengeluaran Jangka Pendek.
Adapun sumber-sumber dana yang bisa dipakai untuk membiayai
pengeluaran jangka pendek adalah :
1. Pinjaman perbankan yang bersifat jangka pendek, bahwa pinjaman
tersebut hampir selalu menyertakan sebuah surat perjanjian hutang yang
disebut Promissory Notes yang menyatakan kesanggupan suatu
perusahaan untuk membayar pinjaman dan juga bunga yang teah
disepakati.dalam jenis pinjaman ini , bank juga mensyaratkan tentang
adanya jaminan kolateral yang memberikan hak pada bank untuk menyita
jaminan tersebut bila pinjaman tersebut tidak dapat dilunasi.
2. Hutang dagang (Trade Kredit), hutang dagang berfungsi untuk sumber
dana bagi perusahaan, ketika barang telah diterima tapi pembayarannya
dilakukan kemudian.
3. Factoring, Factoringadalah suatu kondisi dimana suatu perusahaan
membutuhkan sebuah dana dan memiliki piutang perusahaan, selanjutnya
piutang perusahaan tersebut dijual kepada sebuah lembaga yang siap
menampung dan menerima untuk membayarnya seperti lembaga
keuangan dan sejenisnya. Perusahaan yang membeli faktoring tersebut
disebut dengan perusahaan faktor.
4. Letter of Credit menurut M, Fuad dkk, “merupakan janji tertulis dari
bank bagi bank dari pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang
kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah
terpenuhi.”
5. Pinjaman jangka pendek tanpa jaminan. Pinjaman ini ada ada dua bentuk
yaitu pertama kredit rekening koran (Line of Credit) dan kredit rekening
koran yang diperpanjang (revolving line of credit). Pinjaman jangka
pendek tanpa jaminan ini dapat diperoleh jika suatu perusahaan memiliki
sejumlah dana dalam jumlah yang lumayan besar dan mencukupi yang
disimpan dalam suatu perbankan..
b) Sumber dana untuk Pengeluaran Jangka Panjang
Adapun sumber-sumber dana yang bisa dipakai untuk membiayai
pengeluaran jangka panjang adalah :
1. Penjualan Obligasi, Obligasi(bonds) merupakan salah satu jenis surat
berharga yang memiliki masa waktu panjang. Biasanya masa tenornya
mencapai 5 (lima) hingga 10 (sepuluh) tahun.
2. Hutang perbankan yang bersifat jangka panjang. Disini sebuah
perusahaan dapat meminjam dana yang berasal dari perbankan dengan
jangka waktu seperti 10(sepuluh) hingga 15(lima belas)tahun. Pinjaman
yang bersifat jangka panjang atau kredit jangka panjang ini biasanya
perbankan menerapkan perhitungan kredit system mengambang atau
mengikuti perubahan yang terjadi atau sesuai dengan kondisi pasar
(Fahmi,2014).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar